Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 140 warga dari Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan berbahan dasar MBG pada Kamis dan Jumat (26–27 Februari 2026).
Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah puskesmas maupun rumah sakit di wilayah Bireuen.
Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM menceritakan, bahwa informasi awal mengenai kasus keracunan ini ia terima melalui telepon dari warga pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, warga meminta dirinya datang ke Polindes Peuneulet Baroh karena ada pasien yang mengalami gejala keracunan.
Menyadari Polindes tidak memiliki fasilitas memadai, Suryani segera menginstruksikan agar pasien dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam.
Setiba di puskesmas, jumlah pasien sudah mencapai sekitar 30 orang dengan gejala muntah dan diare.
Baca juga: Puluhan Pasien Diduga Keracunan MBG di Bireuen Masih Dalam Perawatan
Suryani segera menghubungi tenaga medis dan paramedis untuk datang membantu, serta melaporkan kondisi tersebut kepada Camat Simpang Mamplam.
Penanganan dilakukan dengan pemberian obat bagi pasien yang muntah, serta pemasangan infus bagi pasien yang mengalami diare.
Namun, jumlah pasien terus bertambah sehingga membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain.
Kendala muncul karena puskesmas hanya memiliki satu unit ambulans.
Untuk mengatasi hal ini, Suryani berkoordinasi dengan kepala puskesmas lain agar ambulans dari berbagai wilayah segera dikerahkan.
Berkat kerja sama antar tenaga medis, paramedis, sopir ambulans, serta dukungan masyarakat, proses evakuasi dan penanganan pasien berjalan lancar.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 3 Bersaudara Dirawat di Puskesmas Ujung Padang Rasian, Kepala SPPG Minta Maaf
Pasien kemudian dirujuk ke Puskesmas Pandrah, Jeunieb, Samalanga, hingga ke RS di Bireuen.
“Situasi sempat membludak, namun seluruh pasien tetap tertangani dengan baik,” urainya.
Suryani menuturkan, bahwa kekompakan tim medis menjadi kunci keberhasilan penanganan darurat tersebut.
Di tengah kesibukan, Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST, bersama Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, serta sejumlah pejabat daerah turut hadir di puskesmas untuk memberikan dukungan moral.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi penyemangat bagi tenaga kesehatan yang bekerja tanpa henti.
Pasien terakhir masuk sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (27 Februari 2026).
Setelah seluruh pasien tertangani, sebagian dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, sementara sebagian besar sudah menunjukkan perbaikan kondisi.
Suryani baru pulang sekitar pukul 05.00 WIB, namun kembali lagi ke Puskesmas Simpang Mamplam pada pukul 08.00 WIB, untuk memantau perkembangan.
Hingga Sabtu (28/2/2026), kondisi pasien sudah membaik.
Hanya tersisa sekitar 10 orang yang masih menjalani perawatan intensif.
Baca juga: VIDEO - 140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis MBG
Ia menegaskan bahwa berkat kerja sama semua pihak, penanganan kasus keracunan massal ini dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Dengan demikian, meski sempat terjadi kepanikan akibat jumlah pasien yang cukup banyak, koordinasi lintas puskesmas, dukungan masyarakat, serta kehadiran pimpinan daerah berhasil memastikan seluruh korban keracunan mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kejadian luar biasa di masyarakat.(*)