PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengungkapkan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan. Itu menyusul penutupan wilayah udara di beberapa negara kawasan tersebut.
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap di Tangerang, Banten, Minggu, menyebutkan penerbangan yang terdampak atas penutupan itu antara lain Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954) tujuan Doha, Qatar Airways (QR957) tujuan Doha, Emirates (EK357) tujuan Dubai, Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi, Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha, serta Etihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi.
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," kata Aziz dilansir Minggu (1/3/2026).
Dia menyatakan setelah sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan tersebut, Bandara Soetta telah memberikan penanganan kepada penumpang terdampak sesuai prosedur yang berlaku.
Penanganan itu mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.
"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," kata dia.
Aziz memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya untuk rute internasional lainnya hingga kini tetap berlangsung dengan aman dan lancar.
Selain itu, manajemen Bandara Soetta menjamin seluruh aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
"Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," kata dia.
InJourney selaku pengelola utama bandara di Indonesia mengimbau calon penumpang rute Timur Tengah untuk aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai.
Penumpang juga diminta menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan.
"Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat," kata dia.







