WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - Jembatan penghubung Jakarta–Bekasi di Jalan Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, amblas pada Sabtu (28/2/2026).
Jembatan tersebut kini tidak dapat dilalui kendaraan. Badan jalan membentuk lubang besar dengan kedalaman sekitar 1 hingga 2 meter.
Sebelumnya, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur sempat melakukan penambalan menggunakan aspal dingin dan aspal panas. Namun, perbaikan itu tidak mampu menahan kerusakan yang semakin parah.
Warga bersama aparat setempat kemudian menutup akses jalan dengan memasang bambu panjang melintang. Penutupan dilakukan untuk mencegah kendaraan melintas dan terperosok ke dalam lubang.
Nur Ikhsan, warga sekitar, mengaku baru mengetahui jembatan itu amblas saat hendak melintas untuk ngabuburit bersama istri dan anaknya, Sabtu sore.
“Saya lihat kok ramai, ternyata jalannya sudah amblas,” ujar Nur, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: SPBU Juanda Bekasi Akui Pertalite Dicampur Air, Kini Ditutup Sementara
Menurut dia, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir. Permukaan jalan perlahan turun dan membentuk cekungan.
Ia menilai penanganan pemerintah terkesan lambat, padahal jembatan tersebut merupakan akses utama warga menuju Bekasi maupun ke arah Jakarta.
“Kalau amblas begini warga pasti bingung harus lewat mana. Jembatannya sudah keropos dan tidak terlihat ada besinya,” kata dia.
Sebelumnya, kondisi Jembatan Kampung Kramat memang membuat pengendara waswas. Sejak dua pekan lalu, aspal di atas jembatan mulai turun dan membentuk cekungan kecil sehingga kendaraan harus melaju perlahan saat melintas.
Warga sempat memberi tanda peringatan dengan memasang barrier kerucut dan ranting pohon di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan jalan amblas.
Supriyanto, warga lainnya, mengatakan retakan pada badan jalan muncul sebelum akhirnya amblas.
“Awalnya retak-retak, tidak lama kemudian sedikit demi sedikit turun,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).