Media Asing Soroti Debut Balap Veda di Moto3 Thailand 2026, Ancaman dari Asia Jadi Kenyataan
Arif Tio Buqi Abdulah March 01, 2026 05:17 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kehebatan talenta muda Indonesia, Veda Pratama saat debut balapan dalam seri pembuka Moto3 musim 2026 disorot media asing, Minggu (1/3/2026).

Pembalap asuhan Honda Team Asia tersebut sukses menghentak panggung dunia setelah finis di posisi kelima (P5).

Meski berstatus rookie, Veda menunjukkan mentalitas baja dengan bertarung di barisan terdepan melawan para pembalap elite Eropa.

Penampilan impresif ini langsung memicu pujian dari berbagai media asing bahkan hingga petinggi Honda turut bangga atas apa yang ditunjukkan Veda.

Bagaimana tidak, mampu bersaing untuk berebut podium dengan melawan rider-rider elite kelas Moto3, Veda finis top 5.

lihat foto
VEDA PRATAMA - Pembalap asal Indonesia, Veda Pratama ketika mengikuti gelaran tes Moto3 Jerez di Sirkuit Jerez pada 14-15 Februari 2026. (Foto: Instagram Honda Team Asia)

Sorotan Media Asing 

Media asal Inggris, Crash, menyebut Veda sebagai "ancaman nyata" bagi dominasi pembalap Spanyol dan Italia yang selama ini menguasai kelas ringan. 

Pengamat dari media tersebut menyoroti kedewasaan membalap Veda yang tidak tampak seperti seorang pemula.

"Veda membuktikan dirinya sebagai pembalap yang patut diwaspadai setelah bertarung memperebutkan podium sepanjang 19 lap," tulis Crash.

Baca juga: Sorotan Hasil Balapan Veda Pratama di Moto3: Nyaris Podium, Berujung Finis P5

Keberhasilan Veda di Buriram sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan bagi mereka yang mengikuti rekam jejaknya.

Lintasan sepanjang 4,554 kilometer ini merupakan 'taman bermain' bagi Veda.

Di mana ia pernah mendominasi dan meraih gelar juara saat mengarungi kompetisi Asia Talent Cup (ATC) musim 2022 dan 2023.

Pengalaman mendalam di sirkuit ini ia konversikan menjadi modal teknis untuk menempel ketat pembalap veteran seperti David Almansa dan Adrian Fernandez.

Media Spanyol, Motosan, bahkan melabeli remaja asal Gunungkidul ini sebagai 'The Indonesian Wonderkid'.

Mereka mencatat bahwa Veda hampir saja merusak pesta podium para pembalap pabrikan Eropa.

Sementara itu, Speedweek asal Jerman memuji konsistensi catatan waktu Veda yang stabil di angka 1 menit 41 detik, sebuah pencapaian luar biasa di tengah tekanan tensi tinggi balapan Moto3 yang agresif.

lihat foto
VEDA PRATAMA - Pembalap Indonesia, Veda Pratama, beraksi di Sirkuit Portimao, Portugal, ketika mengikuti gelaran tes Moto3 2026 pada 9-10 Februari 2026. (Foto: Honda Team Asia)

Salah satu momen yang paling disorot adalah keberanian Veda melakukan aksi late braking di tikungan terakhir (Tikungan 12) yang sangat teknis.

Speedweek menulis bahwa Veda adalah 'permata' baru bagi Honda Team Asia. Mereka memuji kemampuannya menjaga ritme balap secara konsisten di angka 1 menit 41 detik meski di bawah tekanan grup besar.

Paddock-GP memberikan penilaian tinggi pada kemampuan Veda membaca arus angin (slipstream) di lintasan lurus Buriram yang panjang, yang membuatnya tetap menempel di grup podium hingga tikungan terakhir.

Pujian dari Honda

Laman resmi Honda Racing memberikan apresiasi khusus atas strategi yang digunakan oleh pembalap asal Gunung Kidul tersebut.

"Ia membuktikan diri sebagai pembalap yang mampu melakukan manajemen ban dan strategi balap di grup depan dengan sangat tenang," bunyi laporan Honda Racing.

Secara statistik, Veda mencatatkan kecepatan puncak mencapai 233,2 km/jam, angka yang sangat kompetitif untuk mesin Honda miliknya.

Meski harus puas finis di posisi kelima, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini memiliki representasi yang mampu berbicara banyak di kancah dunia.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.