Ketua BPMS Pdt Adolf Wenas Lantik Panitia SMSI GMIM ke-82 di Imanuel Bahu, Bekerja dengan Hati Tulus
Chintya Rantung March 01, 2026 06:48 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Adolf Katuuk Wenas MTh melantik Panitia Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82. 

Pelantikan berlangsung dalam ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD), Minggu 1 Maret 2026 sesi kedua mulai pukul 09.00 WITA. 

Kepanitiaan ini diketuai Recky H Langie. Sosok pengusaha ini didampingi tujuh wakil ketua. Satu di antaranya, Ketua BPMW GMIM MBD, Pdt Marherry Bawinto MTh. 

Sedangkan Sekretaris Panitia SMSI dipercayakan kepada Dolfie Angkouw dan Bendahara Prof Dr Deitje Katuuk MPd. 

Kepatiaan ini memiliki 11 seksi dengan total personalia mencapai 197 orang. 

Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 yang memiliki agenda Revisi Tata Gereja GMIM 2021 direncanakan berlangsung di Wilayah Manado Barat Daya pada Juni 2026 mendatang. 

Ketua BPMS GMIM Pdt Adolf Katuuk Wenas MTh berpesan kepada Panitia agar bekerja dengan setulus hati. 

"Selamat bekerja. Kerja dengan tulus, bukan untuk siapa tapi demi Gereja ini," kata Pendeta Katuuk. 

Ia berharap Panitia SMSI bekerja cepat dan tepat. Laksana tukang periuk, ketika ada yang salah, langsung diperbaiki. 

"Panitia, bekerjalah dengan baik. Jika demikian, jemaat akan mengingat perbuatan dan pengabdian tersebut," ujarnya. 

Recky Langie menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia mohon dukungan doa jemaat GMIM. 

"Mari kita bekerja sama. Berbuat yang terbaik untuk pelayanan Gereja Tuhan," ujar Royke lagi

Khotbah Minggu Sengsara 

Pembacaan Alkitab Minggu Sengsara II diambil dari Yeremia 18:1-17. Nats itu bercerita tentang peringatan Allah kepada bangsa Israel. 

Laksana tukang periuk, Allah punya otoritas penuh atas bangsa yang dikenal tegar tengkuk itu. Allah mau Israel taat dan patuh, sehingga dijauhkan dari bencana. 

Pendeta Adolf mengatakan, manusia jatuh ketika merasakan dirinya sepertinya Tuhan. 

"Panitia SMSI, sadarlah, cuma panitia. Jangan berpikir, oh torang tu mo ator Tata Gereja," kata Katuuk menyentil. 

Ia mengungkapkan, SMSI ke-82 memang menjadi perhatian warga Gereja. "Sedangkan BPMS baru m bicarakan dorang so rame," ujarnya lagi. 

Kepada jemaat, Katuuk mengingatkan agar sadar akan kemahakuasaan Tuhan. 
Jemaat ibaratnya  tanah liat  bejana, Tuhan adalah sang tukang periuk. 

"Mar heran kwa sekarang, dapalia tanah liat so rasa lebe jago dari tukang periuk," katanya lagi. 

Ia meminta jemaat tunduk kepada Tuhan. Biarlah Tuhan yang membentuk kehidupan, karakter dan pelayanan. 

"Kadang kita sudah gagal dan jatuh tapi masih mengeraskan hati. Jangan malu datang kepada Tuhan. Mengaku dosa dan bertobat," tutupnya. (ndo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.