SURYA.co.id – Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum Polri) akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan teror terhadap petugas pemadam kebakaran Kota Depok, Khairul Umam.
Isu ini sebelumnya bergulir liar di media sosial setelah muncul anggapan bahwa pelaku intimidasi merupakan anggota kepolisian.
Dugaan tersebut menguat seiring viralnya video edukasi helm yang diunggah Khairul dan dikaitkan dengan kasus sensitif yang tengah menjadi sorotan publik.
Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, Manang Soebeti, mengungkap identitas terduga pelaku secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya.
Menurut Manang, langkah ini diambil untuk menghentikan spekulasi yang terus menyeret institusi kepolisian.
"Jadi biar jelas jadi biar gak dituduh-tuduh polisi lagi, polisi lagi, ngapain polisi neror-neror, saya buka ya datanya,” ungkap Manang, dikutip SURYA.co.id dari tribunnews.
Berdasarkan hasil penelusuran, terduga pelaku diketahui sebagai warga sipil berinisial WG, berdomisili di Rancasari, Dusun Pangadangai, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Manang menegaskan bahwa tuduhan awal muncul akibat asumsi netizen di kolom komentar media sosial.
"Makanya saya coba ungkap bahwa itu bukan polisi,” katanya.
Identitas tersebut terkuak setelah dilakukan profiling terhadap nomor WhatsApp yang mengirim pesan kepada Khairul.
“Iya profiling biasa banyak itu di web. Data seperti itu mudah didapat,” jelas Manang.
Ia juga menilai pesan tersebut tidak memenuhi unsur teror serius.
“Kita lihat itu bukan teror yang sebenarnya, ini kan hanya orang iseng saja atau hanya yang terpancing emosi atau ikut-ikutan atau bahkan ada dugaan mau memecah belah, ya kan? Mau memecah belah seolah-olah dia meneror,” jelas Manang.
Kasus ini bermula dari unggahan video edukasi fungsi helm oleh Khairul Umam di akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam, pada Minggu (22/2/2026).
Dalam video tersebut, Khairul tidak menyebut instansi maupun pihak tertentu.
Namun, sebagian warganet mengaitkannya dengan insiden meninggalnya seorang bocah di Kota Tual, Maluku Tenggara, yang melibatkan oknum anggota Brimob.
Setelah videonya viral, Khairul mengaku menerima pesan dari orang tak dikenal melalui Instagram dan WhatsApp sejak Selasa (24/2/2026) malam hingga Rabu (25/2/2026) pagi.
“Jadi terornya tuh di Whatsapp semua. Seperti yang saya bikin di story, ya awalnya dia ngaku jadi sebagai fans lah gitu-gitu segala macem,” ungkapnya.
Nada pesan berubah menjadi intimidatif.
“Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pakai helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orang tua saya gitu-gitu,” sambungnya.
Meski tanpa kata kasar, ancaman tersirat membuat situasi mencekam.
“Ya halus-halus sih halus-halus gitu. Soalnya sempet juga dia ngomong, 'tunggu saya, ada kejutan buat kamu',” katanya.
Bahkan, pelaku sempat mengirimkan alamat rumah istri Khairul.
“Alhamdulillah untuk saat ini buat keluarga sih masih aman-aman aja ya. Meskipun dia tuh nyampein alamat lengkap rumah saya dan rumah istri saya. Untungnya dia nggak tau alamat rumah orangtua saya," tukasnya.
Pemuda 23 tahun itu menegaskan bahwa konten tersebut murni edukasi keselamatan dan tidak dimaksudkan menyindir pihak manapun.
“Saya memang bikin konten itu cuma sekadar mengingatkan cara pakai helm dan yang pakai helm kan teman-teman saya juga pada pakai helm. Tidak ada niatan ke sana (menyindir)," imbuhnya.
Ia menyadari keterbatasannya dalam mengendalikan persepsi publik.
“Kalau misalnya emang ada yang ngerasa tersinggung, yang saya pelajarin ya maksudnya yang bisa saya kontrol adalah apa yang saya buat dan apa yang saya bikin, ketika respon dari orang lain itu kan saya nggak bisa kontrol,” terangnya.