SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Media Iran melaporkan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, tewas dalam serangan udara gabungan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu malam (28/2/2026).
Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh Iran Labour News Agency (ILNA) pada 1 Maret 2026.
Dalam laporannya, ILNA menyebut serangan menghantam kediaman Ahmadinejad di distrik Narnak, timur laut Teheran, dan menewaskannya bersama sejumlah pengawal serta ajudan.
Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran yang dinamai “Operation Epic Fury” oleh pihak Amerika Serikat.
Operasi itu dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas nuklir, markas militer, serta tokoh-tokoh senior Iran.
Selain Ahmadinejad, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan yang sama.
Informasi ini dikonfirmasi oleh sejumlah media Iran dan pejabat Israel.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, turut dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
ILNA menyatakan proses identifikasi korban dan pengamanan lokasi masih berlangsung hingga Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Syahid dalam Serangan Udara di Teheran
Video yang beredar dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan signifikan pada bangunan di sekitar area serangan, termasuk sebuah sekolah setempat yang dilaporkan menyebabkan korban sipil.
Di pihak Amerika Serikat, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan tiga tentaranya tewas dan lima lainnya mengalami luka parah dalam rangkaian operasi tersebut.
Sementara itu, Israel mengklaim telah menewaskan puluhan komandan senior Iran dalam waktu singkat.
Serangan di kawasan permukiman Narnak itu memicu peningkatan ketegangan tajam di Teheran dan wilayah sekitarnya.
Mahmoud Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, yakni 2005–2013.
Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai tokoh konservatif yang vokal menentang Israel dan negara-negara Barat, serta menjadi wajah publik program nuklir Iran.
Sebelum menjadi presiden, Ahmadinejad pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Ardabil dan Wali Kota Teheran.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya, ia diangkat oleh Ali Khamenei sebagai anggota Dewan Ajudikasi, badan penasihat di bawah Kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
Hingga kini, situasi keamanan di Teheran dilaporkan masih dalam pengawasan ketat otoritas setempat, sementara komunitas internasional memantau perkembangan konflik yang berpotensi memperluas eskalasi di kawasan Timur Tengah.