TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Tim Penggerak PKK Nunukan gelar kegiatan bakti sosial bertajuk Solidaritas Empati Nyata (Senyum PKK) dengan menyalurkan santunan kepada kaum lansia dan dhuafa, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 2026, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny Andi Annisa Muthia Irwan, bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny Susanti Hermanus.
Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny Andi Annisa Muthia mengatakan program Senyum PKK merupakan salah satu program kerja yang disusun sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan kaum dhuafa.
“Tujuan utama kami membuat program Senyum PKK (Solidaritas Empati Nyata) untuk yang membutuhkan, karena lansia saat ini banyak yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik. Ini sebagai bentuk perhatian dan memuliakan orang tua,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (2/3/2026).
Baca juga: BRI Tanjung Selor Bagikan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu Lewat Yayasan Dharma Bhakti
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. Untuk tahap awal, penyaluran dilakukan di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.
“Karena di Nunukan dan Nunukan Selatan jumlah penduduknya lebih banyak, penerima bantuan sekitar 22 orang. Sedangkan di kecamatan lain rata-rata 17 orang, menyesuaikan jumlah penduduk,” jelasnya.
Adapun total paket sembako bantuan yang nantinya disalurkan di seluruh Kabupaten Nunukan sebanyak 367 paket sembako. Bantuan tersebut murni menggunakan dana PKK.
“Isi paketnya terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, dan gula,” katanya.
Ny Andi Annisa berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun, dengan mempertimbangkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, BRI Nunukan Serahkan 150 Paket Sembako ke Prajurit TNI AL
“Saya maunya kegiatan ini terus berlanjut. Kita lihat feedback-nya apakah bermanfaat untuk masyarakat. Tapi sepertinya ini sangat membantu, hanya saja penerimanya bisa berbeda di tahun berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lansia dan kaum dhuafa di lingkungan sekitar.
“Kita jangan hanya melihat yang ada di panti asuhan. Bukan berarti tidak penting, tapi ternyata kaum dhuafa dan lansia juga sangat membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Ny Andi Annisa turut menceritakan kondisi salah satu lansia di Nunukan Selatan yang hidup seorang diri dengan kondisi kesehatan memprihatinkan akibat diabetes.
“Ada satu lansia yang hidup sendiri, tidak bisa berjalan dan berdiri karena diabetes. Tidak ada yang merawat, suami dan anaknya juga tidak ada. Bahkan untuk makan hanya nasi yang dimasak dengan rice cooker.
Kaum dhuafa dan lansia ini sangat-sangat butuh perhatian,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Nunukan Barat, Zuljiansyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.
“Dengan adanya kunjungan Ibu Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, kami sangat bangga dan bersyukur warga kami bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya mengusulkan delapan warga sebagai penerima bantuan dan seluruhnya dapat terakomodir.
“Kemarin saya usulkan ada delapan, alhamdulillah terakomodir,” pungkasnya.
Salah satu penerima bantuan, Jaang Ancung, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
(*)
Penulis: Fatimah Majid