SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Suasana berbeda menyelimuti Musala Al-Amin di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur (Jatim), selama bulan suci Ramadan 2026.
Jika pada hari-hari biasa musala tersebut tidak terlalu banyak dipenuhi oleh aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di sekitar area tersebut, kini setiap waktu salat Zuhur dan Asar masjid tampak dipenuhi jemaah.
Para pegawai yang beraktivitas di sekitar kompleks perkantoran Pemkab Lamongan turut meramaikan ibadah berjamaah. Suasana khusyuk dan kebersamaan begitu terasa, terlebih saat waktu salat fardhu, di mana saf-saf salat nyaris terisi penuh.
Menariknya, setiap awal pekan, tepatnya hari Senin usai salat Zuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang diisi secara bergiliran oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lamongan.
Dalam kultum tersebut, para pejabat menyampaikan pesan-pesan keagamaan, motivasi kerja serta ajakan untuk meningkatkan integritas dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Giliran yang memberikan kultum hari Senin (2/3/2026) ini, adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin. Ia mengawalinya dengan menekankan bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan atau bulan tarbiyah.
Bulan tarbiyah merupakan waktu di mana Allah mendidik hamba-Nya secara langsung melalui ibadah puasa, tilawah Alquran, salat malam, sedekah dan berbagai amal kebaikan lainnya.
"Sebagai insan pendidikan, kami memahami bahwa ngaji itu penting," katanya.
Ia mengingatkan, jemaah agar jangan sampai sibuk dengan urusan dunia tetapi lalai dengan akhirat.
Karena jika tidak mau belajar, tidak mau menggunakan akal, tidak mau mengaji dan memahami Alquran, maka manusia akan termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat.
Shodikin kemudian menukil Alquran Surah Al-Mulk yang menyebutkan kegelisahan penghuni neraka Saqar.
Dalam ayat tersebut, dikatakan bahwa sekiranya dahulu mereka mau mendengar dan menggunakan akal, niscaya mereka tidak termasuk penghuni neraka tersebut.
Hal itu berarti penyesalan selalu datang belakangan. Shodikin meminta para pegawai jangan sampai menjadi orang yang baru sadar ketika semuanya sudah terlambat.
Karena itu, ia mengajak ASN untuk membiasakan diri betah mengaji, duduk bersama Alquran dan hadir di majelis ilmu. Ramadan harus dijadikan momentum memperkuat hubungan dengan kitab suci.
Menurut Shodikin, manusia diciptakan sempurna dengan memiliki hardware dan software. Allah menciptakan manusia dengan komponen yang sangat lengkap.
Jika software ini baik, maka kehidupan manusia akan baik. Namun jika software ini rusak, maka sehebat apa pun fisik manusia, hidupnya akan tetap bermasalah.
Dalam diri setiap manusia juga terdapat berbagai kecerdasan. Kecerdasan itu tidak hanya satu, melainkan mencakup kecerdasan intelektual, emosional, sosial, finansial dan yang paling utama adalah kecerdasan spiritual.
Orang yang cerdas secara spiritual, adalah orang yang selalu ingat kepada Allah, baik saat aktif bekerja, saat tidak beraktivitas, bahkan ketika hendak tidur pun hatinya tetap terhubung kepada Allah.
"Allah juga menegaskan bahwa semua yang diciptakan-Nya tidak ada yang sia-sia. Maka hidup kita pun jangan sampai sia-sia," tambahnya.
Menyinggung dahsyatnya pahala puasa, Shodikin menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah bentuk latihan kecerdasan bagi setiap Muslim.
Dalam hadis disebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat. Namun khusus puasa, Allah berfirman bahwa puasa itu untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan membalasnya dengan berlipat ganda sesuai kehendak-Nya.
Puasa melatih manusia menjadi utuh melalui berbagai aspek kecerdasan:
Di akhir Ramadan, umat Muslim juga diwajibkan membayar zakat untuk membersihkan jiwa dan harta sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
Semua hal ini akan membentuk pribadi yang unggul, bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara akhlak dan spiritual. Golongan ini dipuji Allah sebagai Ulil Albab.
Ulil Albab adalah mereka yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Mereka menggunakan akal untuk merenungi ciptaan Allah, dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan sebagai profil manusia unggul.
Kegiatan Ramadan di Musala Al-Amin ini disambut antusias oleh para ASN. Selain menjadi sarana memperdalam nilai spiritual, momen ini juga mempererat silaturahmi antarpegawai lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo, membenarkan adanya anjuran untuk meramaikan musala di lingkungan kantor pemerintahan tersebut.
"Khusus Ramadan memang dianjurkan untuk meramaikan musala Pemkab. Dan setiap awal pekan, setiap Senin usai salah diisi ceramah," kata Sugeng Widodo, Senin (2/3/2026).
Lingkungan masjid yang biasanya lebih lengang di luar jam tertentu, kini terasa lebih hidup. Kehadiran para pejabat yang turut berbagi tausiyah memberikan warna tersendiri dalam pembinaan rohani di lingkungan pemerintahan.
Semangat memakmurkan masjid dan kebiasaan positif kultum rutin ini, diharapkan tidak hanya berlangsung selama Ramadan, tetapi juga berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
Dengan demikian, masjid di lingkungan Kantor Pemkab Lamongan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh pegawai.