Fakta Bomber Siluman B-2 AS yang Kini Serang Fasilitas Rudal Balistik Iran, Harga Mencapai Rp 33 T
Ani Susanti March 02, 2026 03:31 PM

TRIBUNJATIM.COM - Inilah fakta tentang pesawat pengebom siluman B-2 Amerika Serikat yang dilaporkan telah menyerang fasilitas rudal balistik Iran.

B-2 adalah pesawat pembom jarak jauh dengan kemampuan siluman (stealth) yang sangat canggih, seperti dikutip dari Kontan.

Dirancang untuk lolos dari radar musuh, pesawat ini memiliki desain sayap terbang (flying wing) yang unik serta menggunakan material komposit dan pelapis anti-radar yang mengurangi jejak radar secara signifikan.

B-2 merupakan satu-satunya pesawat di dunia yang mampu membawa Massive Ordnance Penetrator (GBU-57)—bom penghancur bunker raksasa yang dirancang untuk menembus fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Lumpuhkan Penerbangan Global, Jutaan Penumpang Terlantar

Informasi tentang penyerangan terhadap fasilitas rudal balistik Iran dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) Iran pada Minggu (1/3/2026), dikutip dari Anadolu via Kompas.com.

Pesawat siluman B-2 dipersenjatai dengan bom seberat 2.000 pon (907 kilogram) selama operasi tersebut.

Ini menandai pengerahan besar kedua pesawat pengebom siluman B-2 terhadap Iran. 

Pada Juni lalu, pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan selama perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari.

Serangan itu diklaim AS telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Serangan terbaru ini merupakan bagian dari kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan sejak Sabtu (28/2/2026).

Serangan itu menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk.

Tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya luka parah sejak operasi dimulai.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, operasi militer di Iran bisa berlangsung selama empat minggu. 

"Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu," katanya kepada surat kabar Inggris Daily Mail, dalam wawancara terbaru dari beberapa wawancara dengan media pada hari Minggu.

"Sekuat apa pun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang," sambungnya.

Pasukan Iran telah merespons dengan rudal dan drone yang menghantam pangkalan militer AS, serta target lain di seluruh Timur Tengah.

Trump pun mendesak Iran untuk segera menghentikan serangannya.

"Sekali lagi saya mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Ini akan menjadi kematian yang pasti. Ini tidak akan menyenangkan," sambungnya.

Fakta Pesawat Pengebom B-2

Spesifikasi Utama B-2

Kru: 2 pilot

Panjang: 69 kaki (sekitar 21 meter)

Bentang sayap: 172 kaki (sekitar 52 meter)

Berat kosong: 160.000 pon (sekitar 72.500 kg)

Daya angkut: Bisa membawa dua GBU-57

Harga per unit: Diperkirakan mencapai US$2 miliar

Baca juga: Pemimpin Iran Ayatollah Khumaini Dilaporkan Tewas saat Pimpin Rapat, Diintai CIA Berbulan-bulan

Riwayat Penggunaan Tempur B-2

B-2 bukan pemain baru di medan perang.

Pesawat ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer besar:

Operasi Allied Force (Kosovo): Menghancurkan 33 persen target Serbia dalam 8 minggu pertama.

Operasi Enduring Freedom (Afghanistan): Terbang langsung dari Missouri ke Asia Selatan dan kembali tanpa henti.

Operasi Iraqi Freedom: Melakukan 49 misi tempur dan menjatuhkan lebih dari 1,5 juta pon amunisi.

Serangan ke Libya (2017): Menargetkan basis ISIS dan al-Qaeda di Sirte.

Serangan ke Yaman (2024): Menghantam fasilitas Houthi yang didukung Iran, memperlihatkan kemampuan AS menembus target yang dikubur sangat dalam.

Pangkalan Whiteman: Rumah B-2 Spirit

Whiteman Air Force Base, terletak di tenggara Kansas City, Missouri, menjadi rumah bagi seluruh armada B-2 yang tersisa—19 unit aktif. Dioperasikan oleh 509th Bomb Wing, pangkalan ini memainkan peran penting dalam proyeksi kekuatan udara global AS.

"Whiteman mampu memproyeksikan kekuatan udara Amerika Serikat ke seluruh dunia langsung dari pangkalannya," tulis situs resmi pangkalan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.