Di Balik Atraksi Ekstrem Tang Sin Saat Cap Go Meh di Manado, Ada Puasa 49 Hari dan Restu Roh Suci
Chintya Rantung March 02, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di balik atraksi ekstrem yang selalu menyita perhatian saat Cap Go Meh, tersimpan proses panjang dan disiplin spiritual yang tak banyak diketahui publik.

Perayaan Cap Go Meh di Manado, Selasa (3/3/2026), akan menghadirkan 11 Tang Sin dari sembilan kelenteng.

Mereka menjadi figur sentral yang dinanti warga setiap tahunnya.

Aksi seperti menusuk lidah dengan pedang kerap membuat jantung berdebar.

Namun, menurut rohaniawan senior Tridharma Kelenteng Altar Agung, Ronny Loho, yang paling utama bukanlah atraksinya, melainkan perjalanan rohani sebelum seseorang resmi menjadi Tang Sin.

“Semua harus bertahap,” ujar Ronny, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan, menjadi Tang Sin bukan perkara keberanian fisik semata. Ada syarat ketat yang harus dipenuhi.

Langkah pertama adalah niat tulus untuk mengabdi. Calon Tang Sin harus memiliki keinginan sukarela, bukan karena paksaan atau dorongan pihak lain. Setelah itu, ia wajib mengantongi izin keluarga.

Tak berhenti di situ, restu spiritual juga menjadi penentu. Dalam tradisi Tridharma, restu para Roh Suci atau Sin Beng diperoleh melalui ritual lempar kayu Poa Pwe.

Jika seluruh tahapan itu dilalui, calon Tang Sin masih harus menjalani puasa Cia Cai selama 49 hari.

Masa tersebut digunakan untuk melatih pengendalian diri sekaligus memperdalam ajaran Tridharma.

“Ia harus belajar agama Tridharma,” jelas Ronny.

Proses panjang itu bertujuan membentuk pribadi yang matang secara rohani. Sebab, Tang Sin dipercaya sebagai duta Tuhan yang menebus kelemahan serta dosa umat.

Karena itu, mereka dituntut menjaga perilaku dan menjadi teladan.

“Mereka harus berkelakuan baik dan jadi contoh bagi umat,” tegasnya.

Ronny mengaku telah banyak membimbing Tang Sin. Pesannya selalu sama: pengabdian tidak berhenti setelah tampil dalam ritual, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harus selalu membina diri,” pungkasnya.

Makna Cap Go Meh

Cap Go Meh bakal hentak Manado, Selasa (3/3/2026). 

Sebanyak 11 Tang Sin dari 9 Kelenteng di Manado akan beraksi. 

Sosok Tang Sin selalu menjadi pusat perhatian dalam Cap Go Meh. 

Itu karena aksi mereka yang atraktif dan mendebarkan seperti memotong tubuh serta mengiris lidah. 

Tang Sin sudah sedemikian dekat dengan warga Manado. 

Rasanya tak ada warga Manado yang tak kenal dengan Ence Pia - nama sebutan warga Manado untuk Tang Sin. 

Namun sedikit yang mengetahui arti sesungguhnya dari Tang Sin serta maknanya yang luhur sebagai bentuk pertolongan 
Tuhan pada umatNya. 

Rohaniawan senior Kelenteng Altar Agung Ronny Loho menuturkan, Tang Sin berarti roh suci yang memakai badan kasar manusia. 

"Tang berarti ruangan, Sin berarti roh Suci atau Sin Beng," kata dia Minggu (1/3/2026) sore di Kelenteng Altar Agung. 

Ko Cong panggilan akrabnya melayani permintaan wawancara dengan ramah. 

Saat itu umat Tridharma tengah beristirahat setelah menjalani sembahyang. 

Ko Cong menghidangkan makanan dan minuman. 

"Maaf ya tapi ini vegetarian, umat kini tengah jalani puasa Cia Cai yakni tidak makan makanan bernyawa, hanya makan sayur dan buah buahan," kata dia. 

Sebut dia, para roh Suci lewat Tang Sin menebus kelemahan, kekurangan serta dosa umat. 

Hal itu nampak dari tindakan menyiksa diri. 

"Seperti saat Tang Sin memotong punggung dengan pedang," ujar dia. 

Beber dia, gerakan-gerakan Tang Sin punya arti mendalam. 

Ia mencontohkan gerakan memotong lidah dengan pedang. 

"Itu artinya merupakan peringatan bagi umat untuk menjaga lidah, karena dosa muncul dari perkataan yang tidak baik, begitu pula aksi menyilangkan pedang ke kiri dan kanan merupakan simbol keselarasan atau Yin Yang," katanya. 

Memikul kio atau usungan Tang Sin ternyata juga punya arti spiritual bagi umat. 

Sebagai ajang melatih kesabaran. 

"Itu untuk melatih kesabaran serta menahan emosi," kata dia.

Dia menuturkan, di hari Cap Go Meh, yang maha kuasa menurunkan berkat pada umat Manusia dan tumbuh - tumbuhan. 

Namun umat tak bisa pasif. 

"Umat juga harus berbuat kebaikan, seperti beramal dan lainnya," ujar dia. (Art)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.