Peserta Selter Calon Kepala Dinas Kabupaten Malang Dihinggapi Cemas, Selasa Ada Uji Paparan Makalah
Eko Darmoko March 02, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Sebanyak 14 peserta Seleksi Terbuka (Selter) buat calon eselon II di Pemkab Makang, Senin (2/3/2026) malam ini, dipastikan tak bisa tidur nyenyak.

Sebab, nasibnya akan ditentukan di ruang rapat Sekda Kabupaten Malang, Selasa (3/3/2026).

Yakni, 14 pesertanya yang terdiri dari 9 orang; yakni 5 camat, 3 Sekretaris Dinas (Sekdin), dan satu kepala bidang (Kabid) itu, akan menjalani ujian paparan makalah.

Ujian makalah yang berisi adu visi misi itu sepertinya jadi penentu lolos atau tidaknya di Selter calon kepala dinas.

"Iya, itu cukup menentukan, selain tes sebelumnya. Seperti asesmen atau uji kompetensi di BKD Propinsi kemarin."

"Makanya, para pesertanya harus menyiapkan diri untuk tes besuk," ungkap Budiar Anwar, Sekda Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/3/2026).

Budiar Anwar tak menjelaskan rinci. Cuma, ia menyarankan buat para pesertanya itu harus benar-benar menyiapkan diri atau paham apa yang disampai di makalahnya nanti.

Paling tidak, mereka bisa membikin lima panitia seleksi (Pansel) itu terpukau. Caranya, bukan cuma isi materi makalahnya, yang bagus dan solutif  namun saat memaparkanya juga harus lancar atau tak terlihat grogi atau dredeg.

Baca juga: Akses Jalan di Desa Taji Tergerus Longsor, Bupati Malang Siapkan Dana Rp 800 Juta untuk Perbaikan

"Yang jelas, isi makalahnya harus solutif dan disampaikan dengan bagus dan terlihat lancar," ungkapnya.

Sebab, jika tak paham akan isinya atau sekadar dihafalkan, dipastikan 9 peserta itu bakal grogi karena ujiannya mirip sidang disertasi.

Yakni, mereka akan bergantian untuk menghadapi lima penguji, yang terdiri dari Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar; Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Untuk menghadapi Budiar dan Nurman saja, mereka bisa pontang-panting, apalagi menghadapi tiga penguji lainnya, yang para profesor itu.

Yakni, para rektor dari kampus yang mentereng di Kota Malang. Di antaranya, Prof Dr Hariyono M Pd, Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Drs Junaidi NOd Phd, Rektor Unisma; dan Prof Andi Kurniawan SPi MEng DSc, Wakil Rektor (Warek) IV Univesitas Brawijaya (UB).

Baca juga: DPRD Kota Malang Siap Perbaiki Perda Kota Layak Anak, Soroti Bahaya Gadget dan AI bagi Generasi Muda

"Mereka itu sudah menguasai berbagai disiplin ilmu, dan banyak bidang, karena sudah profesor, sehingga bukan cuma akademisi saja," ungkap Nurman Ramdansyah.

Sementara, Abdulloh Satar, anggota DPRD Kabupaten Malang dari PKB, mengatakan, mestinya uji paparan makalah itu bisa disiarkan langsung atau live streaming seperti saat Selter calon Sekda, yang 'dimenangkan' Budiar lima bulan lalu itu.

"Kalau bisa dilihat semua orang, seperti ujian paparan calon Sekda dulu, justru kian menarik. Maka, tak akan ada tudingan yang tidak-tidak," tutur Gus Satar.

Begitu juga, Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, mengatakan, melihat pengujinya para profesor, dipastikan para camat, sekdin, dan kabid itu bisa greweli saat paparan.

"Mungkin, malam ini mereka sudah tak bisa tidur, karena kepikiran, terutama buat mereka yang tak biasa ngomong di depan umum alias biasa minta petunjuk bosnya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.