Wali Kota Aaf: Imlek di Bulan Ramadan Bukti Pekalongan Kota Toleransi Sejati
raka f pujangga March 02, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Perayaan Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 di halaman Klenteng Po An Thian, Senin (2/3/2026), menjadi momentum istimewa bagi Kota Pekalongan.

Di tengah suasana bulan Ramadan, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan bukti nyata Pekalongan sebagai kota toleransi sejati.

Kirab yang berlangsung meriah itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota yang akrab disapa Aaf, didampingi Wakil Wali Kota, Balgis Diab.

Baca juga: Geger Pelajar SMP Pekalongan Tewas Terlilit Kain Sarung di Rumah Nenek

Hadir pula jajaran Forkopimda, pengurus klenteng, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang turut menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut.

Aaf menyampaikan, apresiasi atas semangat panitia dan masyarakat yang tetap antusias menggelar kirab meski bertepatan dengan bulan puasa.

Menurutnya, kondisi tersebut justru memperkuat pesan persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Pekalongan.

"Walaupun diselenggarakan di bulan puasa, tidak menyurutkan semangat panitia untuk tetap melaksanakan. Pemerintah dan masyarakat juga tetap antusias mendukung. Ini adalah bentuk asli Kota Pekalongan yang penuh toleransi," ujarnya.

20260302_Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid imlek_2
KIRAB IMLEK - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat membuka Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 di halaman Klenteng Po An Thian, Senin (2/3/2026).

Ia berharap, kirab Imlek tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga. Cuaca mendung yang mengiringi jalannya acara pun dimaknai sebagai pertanda baik.

Selain itu, Aaf memastikan situasi Kota Pekalongan saat ini dalam kondisi kondusif setelah sebelumnya sempat menghadapi banjir dan sejumlah kejadian lainnya.

"Alhamdulillah situasi sudah kondusif. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian luar biasa," tambahnya.

Kirab Ritual dan Budaya Imlek tidak hanya menjadi simbol kerukunan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Wanita 20 Tahun dari OKU Sumatera Selatan Jadi PSK Online di Pekalongan, Jualan di Medsos

Pihaknya berharap, kegiatan ini terus menjadi agenda rutin dan ciri khas kota, sekaligus menarik partisipasi masyarakat dari luar daerah.

"Ke depan, rangkaian kegiatan pendukung seperti festival kuliner dan atraksi budaya diharapkan dapat digelar lebih maksimal."

"Dengan demikian, semangat toleransi yang terbangun melalui kirab Imlek dapat berjalan beriringan dengan geliat pariwisata dan peningkatan ekonomi lokal di Kota Pekalongan," imbuhnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.