TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama jajaran Polres Blora menyelenggarakan rapat koordinasi lintas sektoral untuk pengamanan Lebaran 1447 H, di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora, Senin (2/3/2026).
Bupati Blora Arief Rohman menyoroti pentingnya perbaikan jalan menjelang musim mudik lebaran.
Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Resmikan Embung Nglawiyan di Blora, Targetkan Sawah Bisa Panen 3 Kali
Arief meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bisa segera melaksanakan perbaikan jalan.
"Tolong Pak Huda (Plt. Kepala DPUPR) untuk segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang menjadi jalur utama mudik. Laporan dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti."
"Termasuk memetakan kerusakan jalan provinsi dan jalan nasional yang ada di wilayah Kabupaten Blora, agar bisa ikut diperbaiki. Tolong dikoordinasikan dengan DPU Jawa Tengah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional,” kata Bupati Arief Rohman.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, menjelaskan, tahun ini bidang bina marga ada 30 paket pekerjaan perbaikan jalan.
"Tahun ini di DPUPR ada 30 paket pembangunan jalan. Sampai saat ini yang sudah berjalan baru dua yakni penanganan jalan longsor getas, dan pembetonan jalan Palon (yang sempat viral pekan lalu). Selebihnya masih proses dokumen untuk persiapan pelaksanaan pembangunan,” ujar Huda.
Huda, mengatakan untuk menghadapi momen mudik lebaran, beberapa jalan rusak juga tengah diperbaiki.
"Sedangkan untuk kesiapan mudik kali ini. Kami fokus untuk pemeliharaan titik-titik yang masih berlubang dahulu. Kami bentuk dua tim untuk melaksanakan pemeliharaan ruas- ruas utama jalan kabupaten. Ada tim Blora dan tim Cepu,” terangnya.
Selanjutnya, kata Huda, untuk jalan provinsi yang masih rusak sudah dikoordinasikan dengan pihak DPUPR Jawa Tengah.
"Mereka juga segera turun untuk melaksanakan perbaikan. Tinggal yang jalan nasional nanti kita koordinasikan kembali agar ruas yang masih berlubang bisa segera ditangangi sepanjang Rembang - Blora - Cepu batas Jawa Timur,” jelasnya.
Untuk diketahui di wilayah Kabupaten Blora, ada 3 ruas jalan provinsi dan 1 ruas jalan nasional. Jalan Provinsi yang pertama ada di ruas Kunduran - Ngawen - Blora, kerusakan yang butuh penanganan mulai SMAN 1 Ngawen ke barat sampai Desa Jagong Kecamatan Kunduran.
Kemudian Jalan Provinsi yang kedua ada di ruas Todanan - Japah - Ngawen, kerusakan masih dijumpai di Desa Cokrowati Kecamatan Todanan hingga Desa Tlogowungu Kecamatan Japah, dan mulai Desa Padaan Kecamatan Japah hingga desa Ngrambitan Kecamatan Japah.
Sementara Jalan Provinsi yang ketiga ruas Singget - Randublatung - Cepu, kerusakan masih ada mulai Kedhiren Randublatung sampai Kutukan Randublatung, dan Desa Sogo Kedungtuban ke barat.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mendukung agar perbaikan jalan yang masih rusak agar segera dilaksanakan untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik.
“Kami dari jajaran Kepolisian juga akan menyiapkan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Operasi akan dimulai pada 11 Maret nanti. Tidak hanya mengamankan arus mudik namun juga kondusifitas wilayah selama Ramadhan hingga Lebaran,” terangnya
Baca juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Biro Umrah di Blora Tetap Terbangkan Calon Jemaah 3 Maret 2026
Pihaknya juga meminta agar seluruh Kapolsek jajarannya untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait penggunaan sound sistem dalam membangunkan sahur yang dinilai mengganggu.
“Sudah ada laporan masuk dari masyarakat, wilayah Ngawen dan menyusul Blora Kota. Tolong diberikan himbauan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak menggunakan sound sistem, karena mengganggu orang yang sakit, orang tua hingga bayi. Diarahkan kembali ke alat music tradisional saja,” jelasnya.(Iqs)