- Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus memanas.
Presiden AS Donald Trump hingga kini terus berambisi agar dapat mencapai kesepatan pengembangan nuklir dengan Iran.
Diketahui Teheran telah lama membantah bahwa pihaknya berupaya melakukan pengembangan senjata nuklir.
Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (2/3/2026), Trump menyatakan ancamannya terhadap Iran.
Ia bakal terus melakukan operasi tempur terhadap Iran hingga semua tujuannya berhasil.
Bahkan, Trump menyebut tidak mempedulikan timbulnya banyak korban jiwa atas serangan yang dilakukannya.
Trump berjanji untuk mengerahkan seluruh kekuatan AS demi tujuannya tercapai.
Kemudian ia menerangkan bahwa operasi militer bakal berjalan lebih cepat dari jadwal.
Trump juga mengaku telah setuju untuk berbicara dengan Iran.
Kendati demikian, pihak Trump dan para pejabatnya telah berulang kali membuat pernyataan serupa seperti menjelang adanya serangan pada hari Sabtu (28/2/2026),