SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dua rombongan jemaah umrah asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan terjebak di Arab Saudi.
Situasi tersebut terjadi sebagai dampak dari situasi keamanan terkait perang AS-Israel vs Iran.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung meminta pihak keluarga untuk tetap tenang. Seluruh jemaah dipastikan berada dalam keadaan selamat di sana.
"Ada 2 kelompok umrah yang masih di Arab Saudi. Kami masih memantau perkembangan mereka," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung, Suryani, Senin (2/3/2026).
Suryani merinci bahwa satu rombongan berangkat bersama biro perjalanan Menara Kamila Tulungagung dengan jumlah sekitar 40 orang. Sementara itu, terdapat satu rombongan lainnya yang berangkat bersama biro perjalanan dari luar daerah.
Hal tersebut, membuat Suryani tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah warga Tulungagung yang bergabung dalam rombongan kedua. Jadwal kepulangan para jemaah ini pun terbagi dalam dua waktu berbeda.
Berikut adalah poin-poin terkait kepulangan dan kondisi jemaah asal Tulungagung:
"Harapannya kondisi segera membaik sehingga para jamaah umrah ini bisa pulang sesuai jadwal," lanjut Suryani.
Keluarga jemaah di Tulungagung diimbau untuk tidak panik menghadapi kabar peperangan tersebut. Pemerintah menjamin komunikasi dengan perwakilan RI di luar negeri terus berjalan.
"Kementerian dan perwakilan RI di Riyad dan Jedah komunikasi intens dengan jamaah. Mereka aman dan kondisi baik," tegasnya.
Bagi keluarga yang merasa khawatir, Suryani menyarankan untuk segera berkomunikasi dengan pihak biro perjalanan masing-masing. Sebab, pihak biro perjalanan yang selalu mendampingi jemaah sehingga memahami kondisi detail di lokasi.
"Secara umum jamaah Tulungagung aman dan nyaman di Arab Saudi. Semua dalam lindungan Allah SWT," ucap Suryani.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan umrah, juga diminta mematuhi imbauan terbaru.
Saat ini, Kementerian telah menginformasikan adanya penjadwalan ulang atau penundaan beberapa penerbangan ke Arab Saudi.
Suryani menekankan agar biro perjalanan selalu aktif berkoordinasi dengan pihak maskapai. Ia juga memberikan peringatan kepada calon jemaah agar tidak terburu-buru menuju lokasi keberangkatan.
"Jangan langsung berangkat ke bandara. Pastikan memang bisa berangkat," pungkas Suryani.