TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tepat di hari Selasa tanggal 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia akan Kembali menyaksikan momen Gerhana Bulan.
Hal ini sudah resmi diumumkan langsung oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berdasarkan Almanak 2026 yang dirilis resmi.
Dimana fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi ini, akan kembali bisa disaksikan seluruh masyarakat tanah air, tentunya tanpa alat bantu.
BMKG menyebutkan bahwa gerhana ini terlihat jelas di semua zona waktu di Indonesia, dengan fase puncak, Bulan akan tampak berwarna merah, sebuah fenomena yang dikenal sebagai blood moon.
Warna merah ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi: cahaya biru tersebar lebih banyak, sementara cahaya berwarna merah tetap diteruskan hingga mengenai permukaan Bulan.
Selain itu, selain melaksanakan ibadah salat Gerhana Bulan (salat Khusuf), kita pun juga di sunnahkan untuk mendengarkan khutbah setelah selesai melaksanakan ibadah salat Gerhana Bulan.
Khutbah ini dilakukan setelah salat, bertujuan untuk menasihati agar meningkatkan takwa, sedekah, dan taubat, sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Tampak Jelang Buka Puasa di Jabar
Naskah Khutbah Singkat Gerhana Bulan
Khutbah 1
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan matahari dan bulan sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Dialah yang menggilirkan siang dan malam, sebagai pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga salawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Bisa Disaksikan Seluruh Indonesia, Ini Durasi Lengkap Amalannya
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang diwujudkan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Pada hari ini kita menyaksikan gerhana bulan, suatu peristiwa yang bukan sekadar fenomena alam, tetapi tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidaklah gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka gerhana ini adalah panggilan untuk kembali kepada Allah, memperbanyak zikir, istighfar, doa, dan amal saleh.
Apalagi peristiwa ini terjadi di bulan Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan dilipatgandakannya pahala, dan bulan pembebasan dari api neraka.
Gerhana di bulan Ramadan hendaknya semakin menyadarkan kita bahwa hidup ini berada dalam kekuasaan Allah. Sebagaimana bulan bisa tertutup cahayanya, demikian pula hati manusia bisa gelap karena dosa. Maka terangilah hati kita dengan taubat dan istighfar.
Baca juga: Peristiwa Alam yang Langka di Bulan September, Ada Gerhana Matahari di Tanggal 21
Khutbah 2
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita jadikan momentum gerhana di bulan Ramadan ini untuk:
1. Memperbanyak istighfar dan taubat.
2. Memperbanyak doa, terutama di waktu-waktu mustajab Ramadan.
3. Meningkatkan sedekah dan kepedulian kepada sesama.
4. Memperbaiki kualitas puasa kita agar bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati dan lisan.
Baca juga: Setelah Gerhana Bulan, Akan Menyusul Gerhana Matahari Parsial, Catat Ini Lokasi yang Bisa Saksikan
Baca juga: 2 Lokasi Pengamatan Gerhana Bulan Total Tengah Malam Ini di Bandung, Pantau via Live Streaming
Ingatlah, sebagaimana gerhana akan berlalu dan bulan kembali bersinar, demikian pula ujian dan kesulitan hidup akan berlalu bagi orang-orang yang bersabar dan bertakwa.
Semoga Allah menerima puasa kita, salat kita, dan seluruh amal ibadah kita. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya di bulan Ramadan ini.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.