Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi bulanan sebesar 0,68 persen pada Februari 2026.
Sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 4,91 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,52 persen.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih. mengatakan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,35 persen dan memberikan andil 0,37 persen.
Utamanya karena cabai rawit dan daging ayam ras.
Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi ialah perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kelompok ini mengalami inflasi 4,17 persen dan memberikan andil 0,31 persen.
“Ini (kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya) tercatat cukup tinggi karena utamanya kenaikan harga emas perhiasan secara global,” katanya dalam keterangan daring, Senin (2/3/2026).
Di tengah kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, kelompok transportasi justru deflasi.
Kelompok transportasi mengalami deflasi 0,21 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.
“Sebaliknya, kelompok transportasi mengalami deflasi, utamanya disebabkan oleh turunnya harga bensin,” sambungnya.
Ia menerangkan komoditas utama pendorong inflasi Februari 2026 adalah emas perhiasan dengan andil inflasinya sebesar 0,30 persen, disusul cabai rawit dengan andil inflasi 0,12 persen, daging ayam ras memberikan andil sebesar 0,07 persen, kemudian cabai merah dan telur ayam ras masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen.
“Menjelang Ramadan pasar domestik memang lebih aktif dan membuat harga bergerak lebih cepat. Kenaikan cabai rawit ini karena pasokan agak sedikit terganggu karena musim, sementara permintaan tinggi. Daging dan telur ayam ras ini mengalami kenaikan karena permintaan jelang Ramadan dan selama puasa cukup tinggi,” terangnya.
Baca juga: Dampak Konflik AS-Iran, BPS Kota Yogyakarta Sebut Harga BBM Barpotensi Jadi Pemicu Inflasi Maret
Sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi antara lain: bensin memberikan andil deflasi 0,06 persen, kelapa dengan andil deflasinya 0,04 persen, wortel memberikan andil deflasi 0,02 persen, serta cabai hijau dan jeruk masing-masing memberikan andil deflasi 0,01 persen.
“Untuk bensin, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi sejak awal Februari 2026. Harga Pertamax, Pertamax Turbo juga mengalami penurunan. Nah, kelapa ini mengalami penurunan karena stoknya cukup banyak, dan dampak koreksi dari pasar global yang harganya sempat melambung di bulan-bulan sebelumnya,” lanjutnya.
Secara tahunan, inflasi Februari 2026 sebesar 4,91 persen.
Kelompok yang mendorong inflasi secara tahunan ialah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 2,42 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik.
Kelompok lainnya adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi 1,42 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi ini adalah emas perhiasan. (*)