Trump: Fir'aun Abad 21
Abdul Azis Alimuddin March 03, 2026 01:22 AM

Oleh: Syamril
Direktru Sekolah Islam Athirah 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua tahun terakhir Presiden paling menjadi perbincangan di dunia yaitu Trump.

Mulai dari perang tarif dengan China dan negara lain, hingga invasi ke negara berdaulat seperti Venezuela dan Iran.

Apa yang diinginkannya harus jalan.

Siapa yang menghalangi akan diberi sanksi ekonomi dan bea tarif tinggi bahkan bisa diinvasi.

Melihat fenomena Trump sebagai pemimpin, saya teringat cerita Fir'aun di dalam Al Qur'an.

Ada banyak kemiripan. Bisa dikatakan Trump adalah Fir'aun abad ke 21.

Apa saja ciri-cirinya? Ada 7 sifat Trump yang mirip sifat Fir'aun yaitu Brutal, Otoriter, Sombong, Bohong, Omong kosong, Paradoks.

Agar mudah diingat saya singkat dalam kata BOSS BOP.

Baca juga: Ujaran Kebencian

Sesuai dengan posisi Trump sebagai boss Board of Peace (BOP).

Perilaku Trump sangat brutal, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Tidak jauh beda dengan sekutunya PM Israel Netanyahu.

Puluhan ribu warga Gaza jadi korban jiwa karena dukungan politik dan senjata dari Trump.

Hingga invasi ke Venezuela dan Iran yang membunuh banyak orang.

Ratusan siswa SD di Iran jadi korban pada akhir pekan lalu.

Selain brutal, Trump juga sangat otoriter. Apa yang diinginkannya harus jalan. Negosiasi hanya kamuflase.

Lihatlah saat negosiasi dengan Iran. Tidak ada kesetaraan.

Iran ditekan dengan pengerahan dua kapal induk.

Lihat juga isi perjanjian dagang dengan Indonesia.

Cenderung satu arah. Lihatlah juga pembentukan BoP untuk Gaza.

Bagaimana berkuasanya Trump di badan itu. Bukan hanya sebagai Presiden AS, tapi juga sebagai pribadi.

Selanjutnya Trump adalah orang yang sombong. Sombong ciri umumnya yaitu merendahkan orang lain.

Merasa diri paling hebat, orang lain rendah. Merasa negaranya paling berkuasa, negara lain harus di bawah kendalinya.

Saat diumumkan bea tarif ke berbagai negara, dia akan turunkan jika Presiden negara lain datang menghadap dan memohon kepadanya.

Bahkan dalam beberapa forum, nada bicara dan mimik wajahnya juga nampak kesombongan. Trump juga sangat serakah.

Di balik kampanye Make America Great Again, dia ingin menguasai sumber daya alam negara lain.

Venezuela dan Iran diserang juga karena alasan sumber daya alam. Keduanya punya minyak yang sangat besar.

Bahkan Gaza ingin dibangun kembali bukan karena alasan kemanusiaan, tapi keserakahan ekonomi sebagai pengusaha kapitalis.

Itulah empat sifat awal Trump yang mirip dengan Fir'aun yaitu Brutal, Otoriter, Sombong, Serakah (BOSS).

Fir'aun juga sangat brutal dengan memerintahkan membunuh hidup-hidup bayi bani Israil yang baru lahir.

Sangat otoriter dan sombong hingga menyatakan dirinya sebagai Tuhan yang paling tinggi.

Tentu juga serakah dengan menguasai dan memperbudak bangsa Israil untuk kepentingan dirinya.

Ada yang lebih dari Trump. Tidak hanya BOSS tapi juga BOP yaitu bohong, omong kosong dan paradoks.

Tuduhannya kepada Iran dan negara lain yang ingin dikuasainya semua tanpa dasar.

Perundingan hanya bohong-bohongan. Tidak ada maksud baik dan kejujuran di dalamnya.

Dituduhnya Iran mengembangkan senjata nuklir. Padahal Badan Nuklir PBB sudah membantahnya.

Data dari pejabat AS sendiri juga diabaikan untuk mengukuhkan kebohongannya.

Tidak hanya bohong, Trump juga omong kosong.

Apa yang diucapkan pada forum Internasional dan juga forum resmi lainnya cenderung tidak berisi. 

Lebih pada retorika tak bermakna.

Dengan gaya bicara yang berapi-api tapi sungguh tidak menginspirasi.

Lebih jauh lagi ucapannya penuh paradoks. Bertolak belakang antara perkataan dan perbuatan.

Dia ingin meraih Nobel Perdamaian tapi membuat peperangan dan kekacauan.

Termasuk sekarang di Timur Tengah. Itulah orang paradoks, hipokrit. Beda antara perkataan dan perbuatan.

Dengan sifatnya yang BOSS BOP, Trump telah menjadi masalah dan musibah bagi dunia. Trump telah menjadi Fir'aun abad ke 21.

Kita berharap akan ada Nabi Musa abad 21 yang bisa menghentikan dan menenggelamkannya.

Sebagaimana Fir'aun tenggelam di Laut Merah karena kuasa dari Allah. Hanya kepada Allah kita berharap.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.