SURYA.co.id - Secara bahasa, Qunut berarti tunduk atau taat, sedangkan Nazilah berarti musibah yang turun, dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU).
Secara istilah, Qunut Nazilah adalah doa yang dipanjatkan umat Islam saat sedang menghadapi musibah besar, bencana alam, wabah penyakit, atau ketika umat Islam dizhalimi.
Dalam tradisi NU, doa ini sering dibaca pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu setelah bangun dari ruku' (i'tidal).
Menurut pandangan madzhab Syafi'i, yang menjadi pegangan utama warga NU, hukum Qunut Nazilah adalah sunnah ketika terjadi musibah.
Hal ini merujuk pada praktik Nabi Muhammad SAW yang melakukan qunut selama satu bulan untuk mendoakan para sahabat yang dikhianati dan dibunuh di Bi'r Ma'unah.
Berikut adalah bacaan Qunut Nazilah yang umum diamalkan:
اللَّهُمَّ الْعَنِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ، وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ.
اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ.
اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَاتِهِمْ اللَّهُمَّ شَيِّتْ شَمْلَهُمْ، اَللَّهُمَّ مَرِّقْ جَمْعَهُمْ.
اَللَّهُمَّ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ