1.000 Anak Yatim di Kabupaten Semarang Terima Santunan Jelang Idulfitri
M Syofri Kurniawan March 03, 2026 07:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menjelang Idulfitri, sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Semarang menerima santunan dalam kegiatan sosial yang digelar di Pendapa Kabupaten Semarang, Senin (2/3/2026) sore.

Ketua Yayasan Sukun Wartono Indonesia, Joni Affandi, menyampaikan, program ini merupakan bagian dari rangkaian santunan yang menyasar 10 kota/kabupaten di Jawa Tengah, masing-masing sebanyak 1.000 anak, sehingga total mencapai 10.000 anak yatim. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ke-9 kegiatan ini. 

”Ini adalah keinginan dan cita-cita dari pendiri perusahaan, Bapak MC Wartono, agar perusahaan senantiasa memberi manfaat, tidak hanya di sekitar perusahaan tetapi juga lebih luas bagi masyarakat,” terangnya.

Baca juga: Luthfi Perintahkan Perbaikan Jalan Semarang-Godong Selesai H-7 Lebaran

Ia menyebutkan, awalnya program tersebut menyasar kabupaten di wilayah eks Karesidenan Pati, sebelum kemudian berkembang ke eks Karesidenan Semarang.

Harapannya, santunan yang dilakukan PT Sukun ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta terus dikembangkan sehingga falsafah Urip iku Urup bisa terwujud. 

Joni juga memohon doa agar PT Sukun terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik di bawah bimbingan direksi menuju arah yang semakin maju.

”Kita juga mohon doa agar PT Sukun semakin maju dan berkembang, kepada Direksi PT Sukun selalu diberikan kesehatan agar mampu memimpin perusahaan ke arah yang lebih baik lagi,” harapnya. 

Dalam kesempatan itu, santunan secara simbolis diserahkan oleh Burhamsyah Rindho Wartono. Sekitar 500 anak hadir mewakili total 1.000 penerima manfaat. 

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyebutkan, kepedulian dari PT Sukun sangat bermakna bagi masyarakat. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan yang bermanfaat tersebut. 

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Sukun yang konsisten setiap tahun berbagi menjelang Idulfitri. Ini bukan hanya soal santunan, tetapi tentang kepedulian dan perhatian kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan dukungan moral dan kebahagiaan,” ujarnya.

Menurut Ngesti, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat penting untuk memperluas jangkauan bantuan sosial. Ia menilai program santunan yang rutin digelar tersebut menjadi contoh konkret kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga berharap kerja sama tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan dapat diperluas dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Termasuk dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

”Ke depan kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, terutama dalam kepedulian terhadap anak yatim piatu. Semoga PT Sukun terus berkembang dan semakin banyak memberi manfaat, tidak hanya di Kabupaten Semarang, tetapi juga di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” tambahnya. (eyf)

Baca juga: Antisipasi Kondisi Darurat Mudik 2026, Basarnas Semarang Terjunkan Helikopter di Tol Kalikangkung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.