Rigging Rampung, Sekaa Teruna Bergilir Bawa Ogoh-ogoh Ke Puspem, Ini Jadwal Badung Caka Fest
Putu Dewi Adi Damayanthi March 03, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemasangan tenda rigging di depan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, hingga saat ini bisa dikatakan rampung. 

Hal itu pun disiapkan untuk  21 ogoh-ogoh yang merupakan tiga terbaik hasil penilaian di tujuh zona.

Puluhan ogoh-ogoh itu pun akan dilakukan dengan penampilan pragmen  di Puspem Badung pada 6-8 Maret 2026. 

Menariknya pada Selasa 2 Maret 2026 malam ogoh-ogoh mulai diangkat untuk dibawa ke Puspem Badung.

Baca juga: 15 Ogoh-ogoh Terbaik Tampil di Parade, Rencana Digelar 12 Maret, Perebutkan Hadiah Rp60 Juta

Ketua Panitia Badung Caka Fest 2026, Ida Bagus Agung Munika mengatakan, persiapan teknis terus dikebut. 

Panitia sudah melakukan perompesan dahan pohon sejak tiga hari lalu.

"Selanjutnya dari tanggal 26 Februari, alat untuk tenda rigging sudah mulai dipasang dari tanggal 28 Februari. Target rampung tanggal 3 Maret 2026 besok. Jadi besok sudah ada beberapa ogoh-ogoh datang," ujarnya, Senin 2 Maret 2026

Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbud Badung ini, pada 3 Maret 2026 juga dijadwalkan pergerakan ogoh-ogoh dari masing-masing zona menuju lokasi pementasan yang dipusatkan di kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala. 

Seluruh ogoh-ogoh milik peserta dijadwalkan tiba sesuai waktu yang ditentukan, maksimal pada 5 Maret 2026.

"Rencananya untuk tanggal 3 nike Ogoh-ogoh dari zona 1 sudah bergerak dan juga zona 7 sudah bergerak. Semua ogoh-ogoh sudah harus dipajang tanggal 5 Maret," terang IB Munika.

Dikatakan, tenda rigging juga disiapkan dengan tinggi memadai. Hal ini untuk mengantisipasi ukuran ogoh-ogoh peserta. 

Dia menegaskan, batas tinggi ogoh-ogoh maksimal 6 meter. Jika melebihi ketentuan, peserta terancam gugur.

"Kalau tenda rigging yang kami siapkan tingginya 7 sampai 8 meter. Sedangkan dalam kriteria ogoh-ogoh tidak boleh lebih dari 6 meter. Kalau seandainya melebihi itu, kan kemarin dia harus diskualifikasi,"  tegasnya.

Terkait kondisi cuaca hujan, IB Munika mengatakan bahwa panitia memastikan pengawalan selama perjalanan ogoh-ogoh peserta menuju Puspem Badung. 

Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari OPD terkait, kepolisian, kecamatan, hingga yowana.

"Sesuai dengan arahan Bapak Bupati Badung, kami sudah mohon pengawalan dari Dinas Perhubungan, dan tentu saja juga dari pihak Kepolisian. Kami sudah memohon kepada camat se-Kabupaten Badung, Yowana Yowana Kabupaten Badung agar mengkondisikan keamanan dan ketertiban selama di perjalanan," ucapnya.

Mengenai yang baru dari perhelatan ogoh-ogoh tahun ini pihaknya memgakui konsep pementasan dibuat berbeda dari sebelumnya. 

Panitia menyiapkan panggung khusus untuk atraksi pada sebelah timur. Sehingga saat atraksi pementasan tidak ada yang mengganggu.

 "Ada tempat pementasan ogoh-ogoh. Nanti ogoh-ogoh start dari tempat dipajang memutari daripada gedung Giri Nata Mandala, lanjut masuk dari arah barat naik ke stage," ungkapnya.

Di atas panggung akan ditampilkan fragmen tari dan pergelaran ogoh-ogoh. Konsep ini diharapkan memberi pengalaman menonton yang lebih menarik. Adapun masing-masing peserta diberikan waktu 20 menit.

"Dari persiapan dia masuk ke tempat stage ogoh-ogoh akan dipentaskan diberikan waktu 20 menit. Tetapi penilaiannya saat tampil adalah 5 sampai 10 menit,” jelasnya sembari menyebut lomba ogoh-ogoh ini dijadwalkan tampil mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita selama tiga hari berturut-turut. (*)

Sejumlah tenda rigging di depan Balai Budaya Giri Nata Mandala yang sudah dipersiapkan untuk lomba ogoh-ogoh di Puspem Badung pada Selasa 2 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.