Abu Erupsi Gunung Marapi Sumbar Mengarah ke Tenggara, BMKG Perkirakan ke Tanah Datar
afrizal March 03, 2026 03:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) diperkirakan mengarah ke Kabupaten Tanah Datar.

Berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, abu vulkanik terdeteksi menyebar hingga ketinggian 15.000 feet dan bergerak ke arah Tenggara.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengatakan informasi tersebut diterima berdasarkan pembaruan data VAAC Darwin pada 3 Maret 2026, yang memantau sebaran abu sejak pukul 04.51 WIB hingga 10.40 WIB.

Baca juga: Hujan Abu Letusan Gunung Marapi Sampai ke Pagaruyung, Fachri: Cukup Lebat di Batusangkar

“Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Marapi pada pukul 02.19 WIB dengan ketinggian mencapai 15.000 feet. Arah pergerakan abu ke Tenggara dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dan intensitasnya dilaporkan semakin melemah,” ujar Decky.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis arah angin di lapisan tersebut, sebaran abu diperkirakan mengarah ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya. 

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap dipengaruhi dinamika angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.

ABU MARAPI- Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi Selasa (3/3/2026) dini hari. Letusan yang terjadi pada waktu dini hari tersebut mengakibatkan sebaran abu vulkanik atau kapundan menjangkau hingga Batusangkar sekitarnya.
ABU MARAPI- Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi Selasa (3/3/2026) dini hari. Letusan yang terjadi pada waktu dini hari tersebut mengakibatkan sebaran abu vulkanik atau kapundan menjangkau hingga Batusangkar sekitarnya. (TribunPadang.com)

“Untuk saat ini kecenderungan arah sebaran menuju Tanah Datar. Namun kami terus memantau perkembangan arah angin dan konsentrasi abu di atmosfer,” katanya.

BMKG juga melakukan koordinasi dengan otoritas penerbangan guna memastikan keselamatan jalur udara, terutama di sekitar Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

"Namun sejauh ini belum ada dampak atau laporan terkait abu vulkanik yang menuju atau mengarah ke Bandara," ujarnya.

Baca juga: Gunung Marapi Lontarkan Material dan Abu Kemerahan saat Erupsi Jelang Sahur

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Informasi dari VAAC Darwin menjadi acuan dalam melihat potensi dampak terhadap ruang udara,” jelasnya.

Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar mengalami erupsi pada pukul 02.19 WIB. 

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.2 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.

Hingga kini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). 

Masyarakat di sekitar gunung diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu, khususnya di wilayah yang berada di arah sebaran.

Jika terjadi hujan abu, warga disarankan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mencegah gangguan pernapasan.

Decky menambahkan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai perkembangan terbaru aktivitas Gunung Marapi dan dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Barat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan PVMBG,” tutupnya.

Abu Turun di Paguruyung dan Manunggal

Letusan yang terjadi pada waktu dini hari tersebut mengakibatkan sebaran abu vulkanik atau kapundan menjangkau sejumlah wilayah di sekitarnya.

Kabar mengenai dampak erupsi ini dikonfirmasi oleh pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batusangkar.

Salah satu anggota Basarnas Batusangkar, Alman, mengungkapkan bahwa material abu letusan Gunung Marapi terpantau sudah sampai ke wilayah Pagaruyung.

Baca juga: Gunung Marapi Lontarkan Material dan Abu Kemerahan saat Erupsi Jelang Sahur

Meskipun terdapat sebaran abu vulkanik, Alman, memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di wilayah terdampak masih dalam kategori terkendali.

"Kapundan atau abu letusan Gunung Marapi sudah sampai ke Pagaruyung. Namun, untuk saat ini situasi masih aman," ujar Alman saat memberikan keterangan, Selasa (3/3/2026).

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya erupsi susulan.

Selain di Pagaruyung, dampak hujan abu juga dirasakan cukup signifikan oleh warga di daerah Manunggal.

Pengakuan Warga saat Hujan Abu

Fachri, salah seorang warga Manunggal, menceritakan pengalamannya saat material vulkanik mulai turun menyelimuti pemukiman warga.

Menurut kesaksian Fachri, hujan abu yang terjadi kali ini terlihat sangat jelas dan memiliki intensitas yang cukup lebat.

"Hujan abu sangat jelas sekali dan lebat tadi," ungkap Fachri saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan bahwa tumpukan abu sempat menutupi berbagai permukaan di sekitar rumah warga sesaat setelah erupsi terjadi.

Meski sempat cukup tebal, Fachri menduga sebagian besar sisa abu tersebut kini mulai dibersihkan oleh warga maupun terbawa angin.

"Sekarang mungkin sudah dibersihkan (oleh warga)," tambahnya lagi.

Fenomena hujan abu ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat di kaki Gunung Marapi, mengingat paparan abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan pernapasan.

Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa erupsi yang terjadi pada Selasa dini hari tersebut. 

Lontarkan Material Merah

Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi menjelang waktu sahur, Selasa (3/3/2026) dini hari.

Dari video yang beredar, tampak abu vulkanik membubung tinggi ke langit disertai dengan material yang keluar dari puncak gunung yang bewarna merah terang.

Letusan terjadi pada pukul 02.19 WIB, aktivitas vulkanik tersebut terekam di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.

Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, membenarkan terjadinya erupsi tersebut.

“Benar, telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 02.19 WIB. Namun untuk tinggi kolom abu tidak teramati,” kata Ahmad Rifandi melalui keterangan resminya.

Baca juga: BMKG Pantau Jalur Penerbangan Pasca Erupsi Gunung Marapi, Pastikan Bandara Minangkabau Tetap Aman

Ia menjelaskan, kolom abu tidak terpantau secara visual dari arah pos, namun aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf di pos pengamatan.

Saat ini, lanjutnya, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada).

Dengan status tersebut, masyarakat dan pendaki diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan. Jangan mendekati area dalam radius tiga kilometer dari kawah,” tegasnya.

Berada di 2 Kabupaten

Gunung Marapi berada di Kawasan Kabupaten Adam dan Kabupaten Tanah Datar. 

Dua daerah ini berada di sisi utara Kota Padang yang berjarak sekitar 109 km. 

Gunung berketinggian 2.891 mdpl ini dapat dilihat jelas dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang. 

Dari Pasar Atas Kota Bukittinggi, saat cuaca cerah akan tampak jelas Gunung Marapi dan Gunung Singgalang bersanding.

Berstatus gunung api aktif, Gunung Marapi terbilang cukup sering erupsi. 

Tewaskan 24 Orang

Letusan terakhir yang memakan banyak korban terjadi 3 Desember 2023 silam. 

Saat itu, 24 orang pendaki tewas. 51 lainnya selamat.

Erupsi Marapi saat itu terjadi pukul 14.54 WIB, melontarkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari atas puncak.

erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara lebih kurang 4 menit 41 detik.

Kala itu, hujan kerikil terjadi sebagian wilayah Agam atau di sekitar Gunung Marapi.

Beberapa bulan kemudian, Sumbar diguyur hujan deras, Gunung Marapi memuntahkan lahar dingin pada 11 Mei 2024.

Saat itu, 63 orang warga tewas. Sebanyak 24 orang warga Agam, 32 orang dari Tanah Datar, 2 orang Padang Panjang, dan 2 orang dari Padang.

Di samping itu, jalan nasional Padang - Bukittinggi putus total. Arus lalu lintas lumpuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.