Cerita Nelly Alesa Kenang Ramadan Era 80-an hingga Kini Pimpin Kominfotik Bengkulu di Era AI
Ricky Jenihansen March 03, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Dari kenangan Ramadan sederhana era 1980-an hingga mengemban amanah memimpin Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI), perjalanan Nelly Alesa di bulan suci tahun ini menjadi momen reflektif yang sarat makna.

Ramadan tahun ini menjadi momen istimewa bagi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu tersebut, karena untuk pertama kalinya ia menjalani bulan suci dengan amanah baru sebagai pimpinan organisasi perangkat daerah.

Hal itu disampaikan Nelly Alesa saat menjadi narasumber dalam Podcast Nostalgia Ramadan di Studio TribunBengkulu.com, Selasa (3/3/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Nelly mengungkapkan bahwa tanggung jawab memimpin Kominfotik merupakan amanah besar yang tidak pernah ia bayangkan sejak kecil.

“Ramadan kali ini membawa berkah. Saya diberi amanah memimpin Kominfotik Provinsi Bengkulu. Ini sesuatu yang tidak pernah saya duga sebelumnya,” ungkap Nelly dalam podcast bersama TribunBengkulu.com, Selasa (3/3/2026) 11.05 WIB.

Kenangan Ramadan Era 80–90-an

Lahir di Bengkulu pada 1975, Nelly menghabiskan masa kecilnya di kompleks Bank Indonesia, Padang Harapan.

Ayahnya bekerja di Bank Indonesia, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang membesarkan lima anak.

Ia mengenang suasana Ramadan tempo dulu yang sederhana, namun penuh kebersamaan. Sahur dibangunkan dengan kentongan, bukan sirene seperti sekarang.

“Dulu kami keliling kompleks membangunkan sahur pakai kentongan. Rasanya berbeda sekali dengan sekarang,” kenang Nelly.

Momen berbuka puasa di musala kompleks menjadi kenangan yang tak terlupakan. Menu buka bersama hasil sumbangan warga kerap terasa lebih meriah dibandingkan berbuka di rumah.

Dalam keterbatasan ekonomi, ia belajar arti berbagi. Satu telur bisa dibagi untuk lima bersaudara.

“Orang tua kami mengajarkan untuk merasa cukup. Kalau lauknya segitu, ya segitu. Tidak boleh tambah,” kata Nelly.

Menurutnya, nilai-nilai itulah yang membentuk karakter kepemimpinannya hingga saat ini.

Mendampingi Safari Ramadan Gubernur Bengkulu

Pada Ramadan tahun ini, Nelly turut mendampingi Gubernur Bengkulu dalam agenda Safari Ramadan ke 10 kabupaten dan kota.

Ia mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di sejumlah wilayah.

“Saya melihat langsung jalan ke Bengkulu Tengah kini mulus tanpa lubang. Di usia 50 tahun, baru sekarang saya merasakan akses sebaik ini,” papar Nelly.

Selain mempererat silaturahmi, Safari Ramadan juga menjadi momen untuk memastikan janji kampanye direalisasikan serta mengevaluasi langsung dampak program pembangunan.

Strategi Kominfotik Bengkulu ke Depan

Baru satu bulan menjabat, Nelly mengaku langsung menyusun grand strategy pembangunan komunikasi dan digitalisasi di Bengkulu.

Langkah awal yang dilakukan adalah analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.

“Kami tidak bisa menunggu. Sambil menyusun strategi, kami tetap berjalan. Jangan sampai pimpinan sudah berlari, kami masih merangkak,” tegas Nelly.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan media dan aparatur sipil negara untuk memperkuat komunikasi publik.

Menurut Nelly, Kominfotik harus menjadi jembatan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat.

“Kami ingin merangkul semua pihak. Informasi positif yang terverifikasi akan membangun kepercayaan publik dan menarik investor,” kata Nelly.

Respons terhadap Kritik dan Media Sosial

Nelly menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bersikap antikritik. Komentar negatif di media sosial pemerintah tidak serta-merta dihapus.

“Kalau ada kritik, jangan langsung dianggap negatif. Kita jawab dengan santun dan berbasis data. Itu justru membangun suasana kondusif,” ujar Nelly.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengakses informasi melalui kanal resmi pemerintah agar terhindar dari hoaks.

Pesan Ramadan

Di akhir wawancara, Nelly menyampaikan pesan reflektif di bulan suci Ramadan.

“Mari kita introspeksi diri. Perubahan kecil dalam diri kita bisa berdampak besar bagi bangsa dan Provinsi Bengkulu,” tutup Nelly.

Ramadan, bagi Nelly Alesa, bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat di era kecerdasan buatan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.