Paus Sperma 8 Meter Belum Dievakuasi Usai Viral Terdampar di Pesisir Kolaka Sulawesi Tenggara
Sitti Nurmalasari March 03, 2026 05:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seekor paus sperma terdampar di pesisir Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/3/2026).

Tepatnya di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, berjarak 12 kilometer (km) atau 20 menit dari Kantor Bupati di Jalan Pemuda, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka.

Kepala Seksi Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSL) Sultra, Jufri membenarkan penemuan mamalia laut raksasa itu oleh warga setempat.

Jufri mengatakan, kondisi paus dengan nama latin physeter macrocephalus itu sudah mati saat ditemukan.

"Iya mbak, terdampar mati berdasarkan informasi dari masyarakat," katanya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Video Viral Paus Sperma Terdampar di Pesisir Kolaka Sulawesi Tenggara, Luka Gores dan Berdarah

Menurut keterangan warga, paus sperma itu ditemukan pagi hari sekitar pukul 07.00-08.00 Wita.

Panjangnya kurang lebih 8 meter, tetapi bobotnya masih belum diketahui.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, paus sperma dengan panjang sekitar 8 hingga 8,5 meter umumnya memiliki berat lebih dari 3 ton.

Pada ukuran tersebut, paus sperma biasanya masih tergolong individu muda atau betina berukuran kecil.

Sebab jantan dewasa dapat tumbuh jauh lebih besar dengan panjang mencapai sekitar 16 hingga 20 meter.

Baca juga: Prosedur Penerbitan Sertifikat Kesehatan Ikan di Karantina Sulawesi Tenggara untuk Ekspor Perikanan

Saat ini, paus sperma tersebut masih berada di pesisir laut Desa Totobo dan belum dilakukan evakuasi.

"Belum (dievakuasi) mba, masih koordinasi untuk tahap penanganannya," ujar Jufri melalui WhatsApp.

Dalam video amatir yang viral, Selasa (3/3/2026), paus tersebut terlihat dalam kondisi memprihatinkan saat tergeletak di tepi pantai.

Tubuhnya mengalami luka yang cukup serius, sejumlah goresan putih tampak memanjang di bagian tubuhnya yang berwarna abu-abu gelap.

Baca juga: 5 Hiu Tutul Terdampar di Perairan Waramusio, BKSDA Baubau Sultra Imbau Warga Tak Mengganggu

Darah juga terlihat keluar dari area mulut dan beberapa bagian tubuh, hingga membuat air laut di sekitarnya berubah kemerahan.

Di lokasi kejadian, sejumlah warga dan petugas tampak berada di sekitar paus.

Ada yang mencoba menyentuh tubuh hewan tersebut, merekam menggunakan ponsel, serta berdiskusi mengenai langkah penanganan selanjutnya.

Sebagai informasi, Pomalaa dapat ditempuh melalui jalur darat naik motor atau mobil dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

Jaraknya sekira 170 kilometer (km) atau menempuh perjalanan 5-6 jam berkendara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.