Aksi Kabasaran Cilik di Cap Go Meh Manado 2026, Ada yang Masih Berumur 2 Tahun
Alpen Martinus March 03, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Ada yang unik dalam Cap Go Meh 2577 Kongzili di kampung Cina, Manado, Sulut, Rabu (3/3/2026). 

Kabasaran cilik "mengawal" prosesi tersebut. 

Mereka tampil paling depan dalam Barisan non ritual yang dilepas terlebih dahulu. 

Baca juga: Kabasaran Tampil, Ini Daftar Barisan Ritual dan Non Ritual Cap Go Meh Manado 2026

Diantara mereka bahkan ada yang baru berumur dua tahun. 

Para Kabasaran cilik ini memakai pakaian lengkap layaknya Kabasaran orang dewasa. 

Tak mau kalah, mereka juga peralatan perang. 

Gaya para anak ini amat menggemaskan. 

Banyak warga yang tertarik lantas mengabadikannya dengan foto. 

Bahkan Gubernur Yulius Selvanus dan Wali Kota Manado Andrei Angouw ikutan terpukau. 

Anak anak ini adalah bagian dari Kabasaran Waraney Minaesa. 

Dibelakang mereka ada Kabasaran wanita lantas pria. 

Ketua Umum Waraney Minaesa Sonny Moningka menuturkan, ada tujuh penari Kabasaran Cilik yang tampil saat Cap Go Meh Manado. 

"Penari Kabasaran cilik kami tampilkan," katanya. 

Menurut dia, anak anak tersebut adalah putra para kepala Kabasaran yang dilatih. 

Tujuannya agar generasi muda dapat mengenal dan mencintai budayanya.

Ia senang para penari ini mendapat apresiasi dari masyarakat.

Daftar Barisan Ritual dan Non Ritual Cap Go Meh Manado

Budaya Sulut bakal meramaikan perayaan Cap Go Meh di Kampung Cina Manado, provinsi Sulut, Selasa (3/3/2026). 

Amatan Tribun manado.com, rombongan penari Kabasaran sudah bersiap tampil. 

Ada pula musik bambu serta para penari Maengket. 

Arak arakan Cap Go Meh kali ini akan terdiri dari barisan ritual dan non ritual. 

Barisan non ritual terdiri dari Kabasaran, Musik Bambu, Maengket, Marching Band serta aneka budaya lainnya. 

Sesuai kebiasaan, Kabasaran akan tampil paling depan di Barisan non ritual.

Sementara Barisan ritual akan terdiri dari 36 bendera panglima langit, kuda Lo Cia, petugas sembahyang, kereta hias, barongsai, liong, kio dan Tang Sin. 

Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong Manado Jemmy Binsar menuturkan, tampilnya budaya Sulut merupakan simbol dari toleransi di Indonesia. 

"Apalagi kita di Manado yang punya semboyan torang 
samua basudara," katanya. 

Binsar menuturkan, pihaknya mengundang budaya di Manado dan sekitarnya untuk tampil. 

Dia berharap tampilnya budaya lokal akan membuat Cap Go Meh Manado meriah. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.