TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Walau lebaran Idul Fitri lebih dari dua pekan lagi, sejumlah warga di Riau mulai membuat rencana dan persiapan untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
Di tengah berbagai persiapan pemerintah membenahi jalur lintas dan membatasi angkutan barang, para pemudik punya strategi masing-masing agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Rudi misalnya, karyawan swasta bidang percetakan di Jalan Ahmad Dahlan Sukajadi Pekanbaru, mengaku tahun ini memilih mudik lebih awal menggunakan mobil pribadi menuju Sumatera Barat. Ia khawatir puncak arus mudik akan kembali padat kendaraan.
"Saya rencana berangkat H-5. Kalau mepet Lebaran biasanya macetnya lumayan banyak, apalagi di jalur lintas ke Sumbar. Lebih baik curi start sepertinya, sudah berencana juga dengan keluarga," ujarnya.
Menurut Rudi, kondisi beberapa titik jalan yang bergelombang dan rawan longsor di perbatasan Riau-Sumbar juga menjadi pertimbangannya. Apalagi dalam musim mudik nantinya akan turun hujan.
"Kalau jalannya bagus, orang juga lebih tenang. Yang penting jangan sampai ada lubang besar atau titik gelap tanpa penerangan," imbuhnya.
Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Riau Perketat Pengawasan dengan Ramp Check Kendaraan
Berbeda dengan Rudi, Siti warga Purwodadi, memilih mudik menggunakan bus menuju Medan, Sumatera Utara. Ia tidak ingin suaminya lelah menyetir sendiri dan merasa lebih aman menggunakan angkutan umum.
"Kalau naik bus kita tinggal duduk. Capeknya nggak terlalu terasa, apalagi perjalanan jauh," ucapnya.
Siti mengaku tetap waswas soal potensi kemacetan dan kecelakaan di jalan lintas timur Sumatera. Namun ia berharap dengan adanya pembatasan truk besar saat periode tertentu, arus kendaraan bisa lebih lancar.
"Kalau truk besar dikurangi, biasanya lebih lega. Semoga saja benar-benar diawasi," tambahnya.
Sementara itu, Leo, pedagang yang akan mudik ke Rokan Hulu, memilih sepeda motor sebagai moda transportasi. Jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya merasa kendaraan roda dua lebih praktis.
"Kalau pakai angkutan umum kadang malah terjebak macet panjang. Pakai motor bisa selip pelan-pelan, yang penting jalan terus. Toh kami mudiknya nggak terlalu jauh, jadi lebih nyantai pakai motor saja. Lagian bisa dipakai motornya di rumah nanti," ulasnya.
Meski demikian, Leo mengaku akan lebih berhati-hati karena risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama saat jalan padat dan cuaca tidak menentu. Ia berencana berangkat pagi hari untuk menghindari panas dan kepadatan siang hari.
"Yang penting fisik fit dan motor dicek dulu sebelum jalan," ujarnya.
Selain faktor infrastruktur, ketersediaan rest area dan posko mudik juga menjadi perhatian. Para pemudik yang melewati jalan tol, berharap rest area di ruas tol Pekanbaru-Dumai dan jalur arteri utama bisa berfungsi optimal.
"Kalau rest area penuh dan fasilitasnya kurang, orang bisa berhenti sembarangan. Itu justru bahaya," tutur Randi, warga Cipta Karya yang akan mudik ke Dumai.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)