PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, M Kurnia mengajak warga untuk menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga yang dipimpinnya.
Makin banyak warga yang menyalurkan zakat dan infak melalui Baznas, makin banyak pula warga yang bisa dibantu, mulai dari bantuan bagi fakir miskin hingga bantuan pendidikan bagi warga yang tidak mampu.
"Ramadan ini adalah momentum terbaik untuk berzakat. Kami mengajak masyarakat Kota Pangkalpinang, baik ASN (aparatur sipil negara), PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), maupun masyarakat umum, untuk menyalurkan zakat fitrah, zakat mal, ataupun infak melalui Baznas," kata Kurnia, Selasa (3/3/2026).
Pihaknya sendiri memberi berbagai kemudahan bagi warga yang ingin berzakat.
Selain dapat datang langsung ke kantor Baznas Kota Pangkalpinang, warga juga bisa menyalurkan zakat melalui rekening resmi yang telah dipublikasikan di media sosial Baznas.
"Bisa datang langsung ke kantor Baznas Kota Pangkalpinang. Rekening resmi juga sudah kami posting di media sosial. Jadi masyarakat bisa transfer langsung," ujar Kurnia.
Tak hanya itu, Baznas Kota Pangkalpinang juga menyediakan layanan jemput zakat bagi warga yang tidak memiliki waktu untuk datang ke kantornya.
Dalam hal ini, warga bisa menghubungi Baznas, kemudian zakat atau infak siap dijemput di lokasi.
Badan Amil Zakat Nasional Kota Pangkalpinang juga siap membantu warga dalam menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan, khususnya zakat mal yang memerlukan perhitungan nisab dan haul.
"Kalau ada masyarakat yang ingin dibantu menghitung berapa harta yang harus dizakatkan, kami siap datang dan membantu perhitungannya sesuai ketentuan syariat," kata Kurnia.
Ia memastikan, seluruh zakat dan infak yang dihimpun akan disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik yang telah melalui proses verifikasi.
Program penyaluran mencakup bantuan untuk masyarakat miskin, santunan duafa, hingga bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
"Kami pastikan penyalurannya sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Harapannya, zakat yang ditunaikan masyarakat benar-benar membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Pangkalpinang," tutur Kurnia.
Disinggung soal target penghimpunan zakat tahun ini, Kurnia mengaku pihaknya tidak memasang target tinggi mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai kurang stabil serta fluktuasi harga emas yang turut menjadi pertimbangan dalam penghitungan zakat mal.
"Kalau untuk tahun ini, melihat kondisi ekonomi dan harga emas, kami tidak menentukan target khusus. Namun, jika bisa mencapai Rp200 juta sampai Rp300 juta, itu sudah sangat alhamdulillah," ujarnya.
Menurut Kurnia, kisaran Rp200 juta-Rp300 juta tersebut cukup realistis mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Adapun pada Ramadan tahun 2025, Baznas Kota Pangkalpinang berhasil menghimpun zakat dan infak dari masyarakat sekitar Rp300 juta lebih.
“Harapannya, tahun ini minimal bisa sama, atau kalau memungkinkan bisa melebihi capaian tahun lalu," ucap Kurnia.
Untuk zakat fitrah, Baznas Kota Pangkalpinang menetapkan besaran yang mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk bagi masyarakat dengan penghasilan tertentu yang telah memenuhi nisab zakat mal. (t2)