PENAMPAKAN Puing Rudal Balistik Iran Jatuh di Tiberias Israel, Berhasil Dicegat Iron Dome
Tommy Simatupang March 03, 2026 10:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Konflik Iran vs Israel makin panas. Saling serang dengan rudal balistik berterbangan di langit. 

Iran meluncurkan rudal balistik ke Israel sebagai aksi balas dendam atas kematian pemimpin tertinggi mereka, Khameini. 

Rekaman yang beredar pada Minggu (1/3/2026) memperlihatkan puing logam berukuran besar tergeletak di dekat kendaraan yang hangus terbakar, menyisakan jejak kepanikan dan kerusakan di kawasan permukiman.

Serangan tersebut diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai “serangan rudal dan drone berskala besar” yang menargetkan Israel.

Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah kabar wafatnya Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, yang disebut Teheran sebagai momen yang “menuntut respons tegas terhadap musuh-musuh Republik Islam.”

Di langit Israel, sistem pertahanan udara Iron Dome kembali menjadi garda terdepan.

Kilatan cahaya dari intersepsi rudal terekam membelah malam, disusul dentuman keras saat proyektil musuh dihancurkan di udara. 

Namun, seperti dalam banyak intersepsi sebelumnya, serpihan rudal tetap jatuh ke daratan.

Di Tiberias, sejumlah potongan logam besar tampak menghantam area terbuka dan pinggir jalan, bahkan memicu kebakaran pada kendaraan yang terparkir.

Otoritas setempat segera menutup lokasi untuk kepentingan investigasi dan sterilisasi bahan berbahaya.

Tim penjinak bom dan layanan darurat dikerahkan guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak aktif di antara puing-puing tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa, namun sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan kepanikan saat sirene peringatan berbunyi.

Tiberias, kota yang terletak di tepi Danau Galilea, relatif jarang menjadi pusat sorotan dibandingkan Tel Aviv atau Yerusalem dalam eskalasi konflik regional.

Karena itu, jatuhnya puing rudal di kota tersebut memperlihatkan jangkauan luas dari serangan yang dilancarkan Iran.

Analis militer menilai, penggunaan rudal balistik jarak menengah yang dipadukan dengan drone menunjukkan pola serangan berlapis dirancang untuk menguji dan membebani sistem pertahanan Israel secara simultan.

Pemerintah Israel menyatakan akan memberikan respons yang “proporsional dan tegas.”

Juru bicara militer menegaskan bahwa sebagian besar proyektil berhasil dicegat sebelum mencapai target vital. 

Meski demikian, jatuhnya serpihan di kawasan sipil kembali menyoroti risiko sekunder dari intersepsi di udara, terutama ketika serangan dilakukan dalam jumlah besar.

Di Teheran, IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari “pembalasan strategis” dan memperingatkan akan adanya gelombang serangan lanjutan bila Israel melakukan serangan balasan.

Pernyataan itu mempertegas kekhawatiran komunitas internasional atas potensi eskalasi konflik terbuka antara dua kekuatan utama di Timur Tengah.

Ketegangan ini juga berdampak pada aktivitas sipil. Sirene peringatan udara terdengar di sejumlah kota di Israel utara, memaksa warga berlarian menuju tempat perlindungan.

 Aktivitas penerbangan sempat terganggu, sementara sekolah dan fasilitas umum di beberapa wilayah diliburkan sementara sebagai langkah antisipasi.

Peristiwa di Tiberias menjadi gambaran nyata bagaimana konflik jarak jauh tetap meninggalkan jejak fisik di daratan.

Puing rudal yang tergeletak di jalanan bukan hanya serpihan logam, melainkan simbol dari konflik yang semakin intens dan berisiko meluas.

Dalam situasi yang kian memanas, dunia menanti apakah eskalasi ini akan berhenti pada saling unjuk kekuatan, atau justru menyeret kawasan ke dalam babak konfrontasi yang lebih dalam.

Baca juga: KADIN Sumut Sebut Ketidakjelasan Pencabutan Izin Usaha Pascabanjir Picu Kekhawatiran Investor

Baca juga: Berbagi Kasih, Istri Wali Kota Siantar Kunjungi Panti Asuhan Putri Aisyiah

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.