- Iran memblokade Selat Hormuz dan menutup kilang minyak terbesar Arab Saudi.
Dampak tersebut dirasakan berbagai negara buntut meluasnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pasalnya, kapal-kapal tidak diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz.
Mereka menerima informasi berulang dari Korps Garda Revolusi Iran agar tidak melintasi wilayah strategis tersebut,
Akibat pemberlakuan blokade, pasokan minyak menjadi tersendat.
Para pedagang minyak dan gas akhirnya harus mencari sumber pasokan alternatif di luar Timur Tengah.
Salah satu wilayah yang kini menjadi incaran mereka adalah kawasan Asia.
Negara-negara Asia, termasuk Tiongkok, memiliki cadangan minyak dan gas alam cair yang bisa membantu meredam gangguan jangka pendek.
Dilaporkan pada Senin (2/3/2026), para pedagang gas alam cair (LNG) terus menghubungi pemasok dari Asia.
Menurut sejumlah pembeli, Importir di China, India, dan Jepang terus berlomba menanyakan tentang sumber minyak dan gas alam cair lainnya.
Taiwan bahkan meminta pasokan untuk dikirimkan satu bulan lebih awal yaitu pada bulan Maret.
Negara di pulau tersebut bersama dengan Korea Selatan kini terus berupaya untuk mendapatkan bahan bakar dari wilayah lain.
Pencarian sumber minyak dan gas meluas hingga ke wilayah Australia.
Negara tersebut baru-baru ini mengirim ke wilayah Kanada akibat permintaan Asia yang lesu.
Meski telah mendapatkan sumber minyak dan gas alam cair dari luar Timur Tengah, mereka masih harus merasakan sejumlah dampak lainnya.
Pasalnya, pembelian minyak dan gas kemungkinan akan lebih mahal dengan tarif impor yang bisa menyebabkan anggaran membengkak.