PDIP Jember Apresiasi Warga Berani Kritik Menu MBG di Media Sosial
Haorrahman March 03, 2026 10:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember mengapresiasi keberanian masyarakat yang mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan melalui media sosial.

Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, mendorong masyarakat agar tidak ragu menyuarakan temuan terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai nominal anggaran, yakni di bawah Rp8 ribu per porsi.

"Semua harus berani menyebarluaskan melalui medsos dan segala macam. Jadi jangan takut," ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: 3 SPPG di Jember Dihentikan karena Diduga Potong Anggaran Menu MBG Ramadan

Kontrol Publik

Menurut Widarto, kritik publik merupakan bagian dari kontrol sosial untuk menyempurnakan pelaksanaan program MBG yang menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

"Justru kita membantu presiden dalam rangka mengontrol. Supaya cita-cita presiden tercapai, jadi jangan disalah tafsirkan mereka yang mengunggah menu tidak baik," katanya.

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat penting agar program dengan anggaran besar tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Baca juga: PDIP Sebut Menu MBG di Jember Saat Ramadan Dicurangi, Tak Sampai Rp 8.000

"Jangan sampai niat baik presiden, lalu dimanfaatkan oknum tertentu untuk memperkaya diri dan kelompoknya," ujar Wakil Ketua DPRD Jember tersebut.

Widarto menyoroti bahwa selama Ramadan, menu MBG yang dibagikan umumnya berupa makanan kering seperti roti, buah, kacang, telur, dan sebagian disertai susu.

Menurutnya, jenis menu tersebut relatif mudah dibandingkan harganya dengan harga pasar, sehingga masyarakat bisa menilai kewajaran anggaran secara mandiri.

"Menu kering tersebut akan mudah masyarakat menyandingkan harga dari SPPG dengan yang di pasaran. Karena mereka sudah biasa dengan menu itu," ucapnya.

Ia menilai, ketika masyarakat menemukan ketidaksesuaian harga dengan nominal yang ditetapkan, wajar jika muncul protes.

"Menurut saya, ketika ada keberanian komplain itu bagus. Karena itulah alam demokrasi yang harus kita jaga," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.