1.000 Lontong Cap Go Meh Jadi Menu Buka Puasa di Klenteng Purwokerto
Daniel Ari Purnomo March 03, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Aroma Lontong Cap Go Meh mengepul dari halaman Klenteng Hok Tek Bio, Purwokerto, pada Selasa (3/3/2026) petang.

Di antara pendar lampion merah dan hiasan khas Imlek, ratusan warga duduk berdampingan menanti waktu berbuka puasa.

Pemandangan tersebut menjadi potret yang berbeda sekaligus menyejukkan dalam perayaan Cap Go Meh 2026 di Purwokerto.

Baca juga: Unik, Ratusan Lontong Cap Go Meh Jadi Takjil Ramadan di Kebumen

Untuk pertama kalinya, puncak Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15 bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Seribu Mangkuk Lontong

Tak hanya umat Khonghucu yang memadati klenteng, warga Muslim di sekitar lokasi pun turut hadir memenuhi halaman. Mereka berbuka puasa bersama dengan sajian seribu mangkuk Lontong Cap Go Meh yang disiapkan khusus oleh pengurus klenteng sebagai simbol kebersamaan.

Penyuluh Agama Khonghucu Kemenag Banyumas yang juga pengurus klenteng, Trisno Rahayu, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan momentum menyambut purnama pertama di tahun baru Imlek sebagai wujud syukur dan harapan.

"Ini puncaknya Tahun Baru Imlek 2026. Kami bersyukur bisa bertemu lagi di tahun yang baru, semoga semakin maju dan penuh berkah," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa petang.

Jaga Toleransi Beragama

Menurut Trisno, kebetulan momentum Cap Go Meh tahun ini beriringan dengan Ramadan menjadi kesempatan emas untuk mempererat toleransi antarumat beragama di Banyumas.

Sebagai bentuk penghormatan, rangkaian kirab Cap Go Meh yang biasanya digelar hingga larut malam selepas Salat Isya, tahun ini sengaja dimajukan jadwalnya. Seluruh rangkaian kirab diselesaikan sebelum waktu Isya tiba.

Jadwal Kirab Dimajukan

Hal tersebut dilakukan secara sadar agar umat Muslim dapat menunaikan ibadah Salat Tarawih dengan nyaman tanpa terganggu suara musik pengiring kirab.

Tak hanya berbagi hidangan, kebersamaan juga terasa kental saat warga Muslim menyaksikan pertunjukan barongsai di halaman klenteng sembari menunggu azan Magrib. Suasana hangat dan akrab tampak menyatu tanpa sekat.

Kepala Kemenag Banyumas, Ibnu Asaduddin, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai momen ini menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi di Kabupaten Banyumas. Menurutnya, ketika umat beragama dekat dengan ajarannya, tidak akan muncul gesekan negatif.

"Dengan kehadiran Cap Go Meh yang berbarengan dengan buka bersama, ini menggambarkan Banyumas yang guyub, rukun, aman, dan nyaman," katanya.

Salah satu warga Purwokerto Selatan, Rizky, mengaku sengaja datang ke klenteng untuk merasakan suasana berbeda saat berbuka puasa. Ia merasa senang karena perayaan ini bersifat terbuka untuk umum.

"Ini halal kata pihak klenteng. Senang karena bisa lihat barongsai juga sambil nunggu buka," ujarnya.

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Klenteng Hok Tek Bio pun terbukti bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang memperkokoh persaudaraan di Kota Satria. (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.