SURYA.co.id - Suasana di Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri sempat mencekam.
Seorang pria yang diduga mengalami Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terpaksa diamankan petugas gabungan pada Selasa (3/3/2026).
Pria tersebut dilaporkan bertindak agresif, bahkan tega menganiaya ibu kandungnya sendiri sembari menenteng senjata tajam (sajam).
Proses evakuasi berlangsung dramatis pada pukul 11.30 WIB.
Langkah tegas ini diambil setelah warga Kecamatan Kandangan merasa terancam dengan perilaku pelaku yang semakin tidak terkendali.
Tak hanya meresahkan lingkungan, tindakan pelaku yang kerap membawa sajam saat berkeliaran di pemukiman warga dinilai sudah sangat membahayakan nyawa orang lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima aduan dari masyarakat yang ketakutan.
"Petugas langsung menuju lokasi dan meminta keterangan dari warga sekitar. Dari informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan sudah beberapa kali melakukan tindakan meresahkan, termasuk menyiksa ibunya dan membawa senjata tajam," ungkap Kaleb.
Demi menjaga kondusivitas, evakuasi tidak dilakukan sendirian.
Satpol PP bersinergi dengan anggota Polsek dan Koramil setempat.
Petugas mengutamakan pendekatan persuasif agar pelaku tidak semakin mengamuk dan melukai warga yang menonton di lokasi.
Usai berhasil ditenangkan dan diamankan, pria tersebut tidak langsung dibawa ke sel, melainkan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang manusiawi.
Sementara pria tersebut dibawa ke Puskesmas terdekat untuk observasi.
Selanjutnya akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang, untuk menjalani perawatan intensif.
Kaleb menegaskan bahwa prioritas utama adalah memulihkan kondisi kejiwaan pelaku sekaligus menjamin keamanan anggota keluarganya.
"Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan jika ada kejadian yang berpotensi membahayakan. Sinergi antara warga dan aparat sangat penting untuk menjaga keamanan bersama," pungkasnya.
Baca juga: Obat Rindu, Lapas Tulungagung Beri Kesempatan Warga Binaan Buka Bersama dengan Keluarga saat Ramadan