Sementara itu di Ponorogo hujan deras selama lima menit berujung pada lahirnya fenomena hujan es.
Terakhir adanya rumah ambruk yang diterjang hujan angin hingga remaja 13 tahun di Bondowoso terancam meninggal karena terkena reruntuhan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, bersama jajaran meninjau langsung bangunan rumah yang ambruk tersebut sekaligus melihat kondisi terkini korban.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso pada Senin (2/3/2026) malam mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir.
Berdasarkan data dari BPBD Bondowoso, total ada 30 rumah yang terendam banjir di Kecamatan Wonosari.
Secara terperinci, sebanyak 25 rumah berada di Desa Wonosari dan 5 rumah di Desa Kapuran.
Menurut Bunda Yati, warga Desa Wonosari, hujan deras mulai turun sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat waktu berbuka puasa tiba, air sudah mulai menggenangi area dapurnya. Perlahan, air masuk ke seluruh ruangan di rumahnya.
"Ini yang ketiga kalinya, dan sekarang yang paling parah. Sebelumnya tidak parah, cuma menggenang biasa dan tidak masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa genangan banjir mencapai paha orang dewasa.
Bahkan, seluruh barang elektronik seperti kulkas dan mesin cuci, serta perabotan rumah tangganya sampai mengambang.
Saat berusaha menyelamatkan berkilo-kilo tembakau dagangannya, suami Yati nyaris tersengat listrik. Beruntung, ia segera mematikan sakelar utama.
"Mungkin karena kulkasnya masih tersambung listrik," jelasnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>>>>
Baca juga: Batu Raksasa Tutup Total Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, BPBD Upayakan Tambah Alat Berat
enomena hujan es melanda Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (13/3/2026),
Fenomena ini viral di berbagai media sosial (medsos) seperti di akun Instagram @sawoo.info.
"Kari golekne adu. Gawe buko cocok iki cah (tinggal mencari pelengkapnya. Untuk berbuka puasa ini cocok),” tulis akun @sawoo.info.
Fenomena hujan es ini dikonfirmasi oleh Kepala Desa Pangkal, Supriyanto. Dia membenarkan bahwa ada hujan es di Desa Pangkal.
“Hujan es betul namung sekedap (hanya sebentar) sekitar 5 menit lalu terang,” ungkap Kades Pangkal, Supriyanto, Selasa (3/3/2026) sore.
Dia menjelaskan bahwa sebelum ada fenomena hujan es terjadi angin kencang.
Kemudian turun hujan es di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo.
“Uangin terus hujan ders hujan es cuma 5 menit. Tidak lama tidak menimbulkan banjir atau bencana,” papar Supriyanto kepada Tribunjatim Network.
BACA SELENGKAPNYA >>>>>
Baca juga: Alda Penjual Telur Gulung Pasar Kodam Surabaya Rugi Rp 2 Juta Sebulan Dalam Semarak War Takjil
Remaja putri berusia 13 tahun tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya yang roboh akibat hujan deras dan angin kencang pada Senin (2/3/2026) malam.
Remaja bernama Keysna Putri Salsabila tersebut mengalami luka di bagian bahu kanannya.
Rumah korban berlokasi di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.
Atap dan Dinding Ambruk Usai Tarawih
Menurut ibunda korban, Babun Kurniati, seusai salat Tarawih anaknya hendak mengambil minum di ruang tengah.
Namun, tiba-tiba atap dan dinding ruang tengah ambruk menimpa putrinya.
Lantaran tidak sempat menyelamatkan diri, korban pun tertimpa reruntuhan material bangunan.
Babun dan suaminya langsung berlari menuju sumber suara jeritan minta tolong anaknya.
"Dia menjerit minta tolong. Saya saat itu di kamar, sedangkan bapaknya di sini (ruang tamu)," jelasnya.
Seluruh anggota keluarga segera mengevakuasi korban ke lokasi yang lebih aman.
BACA SELENGKAPNYA >>>>>>
Baca juga: Masih Nyicil ke Bank, Warga Syok 3 Rumah Ambruk Rata dengan Tanah saat Hujan, Ratusan Juta Melayang