Warga Ketangga Gotong-royong Perbaiki Jalan Rusak Akibat Galian Pipa PDAM
Wahyu Widiyantoro March 04, 2026 10:22 AM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) gotong-royong memperbaiki jalan rusak.

Jalan lingkungan yang rusak parah akibat bekas galian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur.

Warga tampak sibuk mengangkut batu koral dan pasir dengan gerobak dorong serta cangkul dan sekop, Selasa (3/3/2026).

Warga bahu-membahu menambal lubang menganga di sepanjang gang pemukiman yang menjadi akses utama menuju rumah dan masjid Pusaka. 

Baca juga: Pipa Air Rusak Akibat Banjir, Warga Korleko Kesulitan Mendapat Air Bersih

Jalan yang sebelumnya mulus kini berlubang dan bergelombang setelah dilakukan penggalian untuk pemasangan pipa PDAM.

"Kami sangat kecewa. Pengerjaan proyek PDAM selesai, tapi jalan dibiarkan rusak seperti ini. Padahal ini jalan satu-satunya menuju rumah kami dan menuju Masjid Pusaka. Kalau tidak diperbaiki sekarang, bagaimana nanti pas lebaran, Keluarga yang mudik pasti susah lewat sini," kata Ketua Pemuda Dusun Montong Gedeng Paesal Kodrat, ditemui saat gotong royong pada Selasa (3/3/2026) malam.

Menurut penuturan warga, proyek perbaikan jaringan pipa PDAM Lombok Timur dikerjakan tahun 2025. 

Pascapengerjaan, pihak kontraktor pelaksana tidak melakukan perbaikan kembali secara layak. 

Akibatnya, saat hujan turun, lubang galian berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara motor, terutama anak-anak dan warga lanjut usia.

Warga kemudian sepakat untuk mengerahkan dana dan tenaga secara swadaya untuk membeli semen dan beberapa menyumbang material seperti batu split, dan pasir.

"Kami tidak bisa diam saja. Daripada menunggu janji PDAM yang tidak kunjung jelas, lebih baik kami kerja bakti. Yang penting jalan ini bisa dilalui dengan nyaman untuk saling bersilaturahmi nanti," tambah Has Tutik seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantarkan minuman untuk para pekerja gotong royong.

Warga berharap, setiap proyek penggalian harus diikuti dengan tanggung jawab penuh atas infrastruktur publik yang digunakan, tidak hanya berhenti pada pemasangan pipa semata.

"Kami tidak anti dengan pembangunan. Tapi tolong, kalau mengerjakan proyek yang menyangkut kepentingan publik, selesaikan sampai tuntas. Jangan warga yang harus menanggung akibatnya," tegas Tutik.

Warga Desa Ketangga bertekad untuk menyelesaikan perbaikan jalan tersebut sebelum malam takbiran tiba agar Idul Fitri tetap khidmat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.