SURYA.co.id Surabaya - Pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hasil ini memunculkan beragam komentar dari Bonek yang menyoroti semangat juang Bajol Ijo meski tampil pincang.
Akun noil_nade menulis: “Pertandingan luar biasa. Full dag dig dug pastinya.”
Komentar ini mencerminkan ketegangan sepanjang laga yang penuh drama.
Akun rindramaulana_ menambahkan: “Boleh kalah materi tapi jangan kalah semangat.”
Akun geraldoguruh2 menulis: “Dengan materi apa adanya bisa menahan imbang pemuncak klasemen yg sudah kelas Asia. Gila semangat juang kalian!! Sangat patut di apresiasi Mental Suraboyo!! WANII. Min piye keadaane @ariefcaturp?”
Baca juga: Apa kabar Arif Catur, Persebaya Surabaya Cemas, Bonek Doakan Lekas Membaik
Komentar-komentar tersebut menunjukkan dukungan penuh Bonek terhadap tim. Mereka bangga meski Persebaya tidak meraih kemenangan.
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, juga menegaskan hal serupa. “Pertandingan ini kami punya banyak pemain yang cedera. Harus bermain tidak di posisi utamanya. Tapi para pemain menunjukkan attitude yang bagus,” ujarnya.
Pemain muda Toni Firmansyah turut menyampaikan apresiasi. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang hadir langsung. Semoga laga berikutnya kami bisa meraih tiga poin,” katanya.
Komentar Bonek menjadi bukti bahwa dukungan suporter tidak pernah surut. Mereka tetap hadir dan memberi energi tambahan bagi tim.
Dalam pertandingan semalam, tercatat ada 30.000 penonton yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Baca juga: Lawan Persebaya, Persib Lakukan 6 Pergantian Pemain Regulasi Cedera Kepala Jadi Sorotan
Atmosfer stadion penuh dengan semangat Surabaya. Dukungan ini membuat Persebaya mampu menahan tim sekuat Persib.
Meski hasil seri, komentar Bonek menunjukkan kebanggaan. Mereka menilai tim sudah berjuang maksimal.
Komentar ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal semangat.
Pertandingan berakhir imbang 2-2 dengan drama sepanjang laga. Persebaya sempat unggul lewat penalti Bruno Moreira menit 41, sebelum Persib membalikkan keadaan melalui Luciano menit 50 dan Andrew Jung menit 73. Rivera akhirnya menyelamatkan Bajol Ijo dengan gol penyeimbang menit 83.
Bernardo Tavares memuji attitude pemainnya. “Hal positif hari ini adalah kami mencetak dua gol melawan tim dengan pertahanan terbaik. Itu menunjukkan kualitas tim,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bonek. “Terima kasih pada dukungan luar biasa Bonek, sangat fantastis. Memberi tambahan energi untuk para pemain,” ujarnya.
Sebaliknya, Bojan Hodak kecewa dengan kepemimpinan wasit. “Saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini. Jika saya berbicara, saya akan dihukum,” katanya singkat.
Hodak menilai hasil imbang merugikan timnya. Persib gagal memperpanjang catatan enam kemenangan beruntun.
Meski kecewa, Persib tetap kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin. Mereka unggul empat poin dari Persija Jakarta di posisi kedua.
Persebaya bertahan di posisi kelima dengan 39 poin. Mereka unggul satu poin dari Persita dan Bhayangkara.
Statistik menunjukkan dominasi Persib dengan 63 persen penguasaan bola dan 15 tembakan. Namun Persebaya lebih efisien dengan 7 tembakan dan 3 tepat sasaran.
Pergantian pemain juga menjadi sorotan. Persebaya melakukan lima pergantian, termasuk Toni Firmansyah, Mikael Tata, Pedro Matos, dan Koko Ari.
Persib melakukan enam pergantian, sah menurut regulasi cedera kepala. Andrew Jung mencetak gol setelah masuk di babak kedua.
Meski hasil seri, Persebaya tetap mendapat apresiasi. Dukungan suporter membuat tim tetap percaya diri.
Persib harus menerima kenyataan bahwa pertahanan terbaik mereka akhirnya kebobolan dua kali.
Persebaya hanya bermain imbang 2-2 dari tamunya Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (2/3/2026) malam.
Dua gol Persebaya pada laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 ini tercipta lewat penalti Bruno Moreira menit 41, dan gol Rivera Menit 83.
Sementara dua gol Persib dicetak oleh Luciano menit 50 dan Andrew Jung menit 73.
Bonek tidak terlalu kecewa dengan hasil tim kebanggaannya, meski gagal menang.
Justru menilai kedudukan imbang ini hasil yang adil. Hal itu disampaikan Rifqi Gadi, Bonek asal Tenggilis, Surabaya.
"Persebaya kurang beruntung saja, kalau dari sisi permainan berimbang," kata Rifqi Gadi pada SURYA.co.id di GBT.
"Memang Persib babak kedua lebih unggul, tapi Persebaya di babak pertama rasanya menguasai. Jadi hasil 2-2 cukup fair," tambahnya.
Ia menyebut pertandingan berjalan menarik. Bonek sempat deg-degan karena tim yang awalnya memimpin, justru tertinggal.
Beruntung, Persebaya bisa menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan lewat gol Rivera.
"Pasti deg-degan, apalagi kami di kandang. Tapi untungnya mental tim cukup bagus untuk bisa menyamakan kedudukan," terang Rifqi Gadi.
Tidak hanya bisa menyamakan kedudukan. Persebaya di menit tambahan waktu mendapat peluang emas lewat tendangan Toni Firmansyah.
"Sayang di terakhir-terakhir kesempatan masih bisa selamatin sama kiper Persib," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi secara khusus dua gol yang dicetak Persebaya, di mana laga ini bermain tanpa striker murni.
Situasi ini terjadi karena dua striker asing Persebaya cedera. Satu pemain lain, Malik Risaldi juga absen karena cedera.
"Kami Bonek harus apresiasi Tavares (pelatih Persebaya), susah main tanpa striker murni. Tapi dia bisa adaptasi, menurut saya itu bagus," terangnya.
Semakin spesial, karena dua gol ini tercipta pada gawang Persib, tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini.
Di mana Persib sebelum hadapi Persebaya, hanya kebobolan 11 gol dari 22 pertandingan. Termasuk catatan enam laga terakhir clean sheet.
"Persib tim clean sheet paling banyak, jadi itu cukup bagus. Penting kerja keras, punya fighting spirit yang bagus, lawan siapapun pasti bisa," ucap Rifqi Gadi penuh keyakinan.
Ia sangat yakin, menahan imbang Persib yang berstatus pemuncak klasemen akan menambah kepercayaan diri tim Persebaya menatap laga sisa.
Harapannya bisa finish peringkat lebih baik dari sekarang yang ada di posisi kelima.
"Harapannya main yang konsisten, supaya bisa membangun tim yang sekarang, agar ke depannya bisa juara," pungkas Rifqi Gadi.