Tragis, Kakek di Cianjur Tewas Dianiaya gara-gara Ambil 2 Labu Siam untuk Buka Puasa
Seli Andina Miranti March 04, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Nasib tragis dialami seorang pria paruh baya di Kabupaten Cianjur. Pria tersebut meninggal dunia akibat labu siam. Pria paruh baya bernama Minta (56) meninggal dunia setelah dianiaya akibat mengambil dua labu siam.

Peristiwa ini terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, kabupaten Cianjur, Sabtu (28/2/2026) sore. Minta meninggal dunia dua hari kemudian, tepatnya pada Senin (2/3/2026).

Pelaku penganiayaan tersebut adalah penjaga kebun berinisial UA (41).

UA pun kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Penyidik di Malpolsek Cugenang.

Baca juga: Sosok Terduga Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Cipatat Bandung Barat, Ditangkap di Cianjur

Kekerasan berujung kematian ini berawal saat korban terpergok mengambil labu siam yang dijaga oleh UA.

Terbakar emosi, UA kemudian mengejar korban hingga ke depan rumahnya lalu melakukan penganiayaan bertubi-tubi pada korban.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin.

Ua melakukan penganiayaan dengan tangan kosong. Korban ditendang hingga dipukul berulang kali hingga mengalami luka parah.

"Korban mengalami luka lebam di mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan," ujar  Usep.

Usep menambahkan, tak hanya itu, korban pun dianiaya hingga hidung berdarah dan muntah-muntah.

Kekerasan itu disaksikan langsung oleh adik korban, CucuM Suhendar.

Cucum mengaku tak berdaya untuk langsung mencoba menengahi penganiayaan itu karena takut ikut jadi sasaran amarah pelaku.

"Pas pelakunya pulang, saya baru bisa menolong," ujar Cucum.

Setelah pelaku pergi, Cucum menceritakan, sang kakak berjalan dengan kondisi sempoyongan masuk ke dalam rumah.

Minta puns empat menunjukkan dua buah labu siam yang diambilnya pada sang adik.

Rupanya korban, yang merupakan seorang buruh serabutan, nekat mengambil labu tersebut karena ingin memasaknya untuk menu buka puasa.

Cucum pun mengungkapkan bahwa sang kakak mengaku sangat menyesal.

Baca juga: Biasa Sambut Ibunya Pulang, Bocah SD di Cipatat KBB Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Ditutup Kasur

"Bawa labunya 2, 'ini yang saya curi, tadinya mau dimasak buat buka puasa'," kata Cucum.

Setelah mengalami penganiayaan, kondoso kesehatan Minta terus merosot. Korban mengalami muntah-muntah hingga akhirnya pingsan.

Minta meninggal dunia dua hari setelah peristiwa tersebut.

Pelaku Ditangkap

Kini, pelaku sudah ditangkap dan diperiksa polisi. Status UA pun kini menjadi terduga pelaku sambil menunggu kepastian medis.

Dari pemeriksaan luar pada jenazah, tim medis menemukan benjolan di bagian belakang kepala korban yang diduga kuat menjadi penyebab gejala muntah dan pusing sebelum korban meninggal.

Tak hanya itu, ada pula bekas darah pada lubang hidung dan luka lecet di sejumlah bagian tubuh, dari dahi, kelopak mata kanan, leher, hingga kaki.

Jenazah Minta telah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur guna menjalani proses autopsi untuk memastikan apakah luka-luka akibat hantaman UA menjadi penyebab tunggal kematian korban. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.