TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umroh di Kota Manado, Sulawesi Utara, mulai mengungkapkan kekhawatiran terhadap situasi global yang penuh ketidakpastian dan berpotensi berdampak pada keberlangsungan usaha ke depan.
Kekhawatiran ini semakin kuat usai serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran akhir pekan lalu.
Dalam waktu dekat, serangan tersebut belum terlihat akan mereda karena Iran sendiri merencanakan balas dendam.
Perwakilan Lamahu Travel Umroh & Haji di Manado, Ningrum Suprihat, mengatakan kekhawatiran bukan karena menurunnya minat masyarakat untuk berangkat umroh maupun haji.
Kekhawatiran yang timbul lebih kepada dampak konflik yang menyebabkan situasi semakin tidak menentu.
"Muncul juga ketakutan akan menjadi Perang Dunia III. Ini artinya lebih ke depannya sih, apakah situasinya bisa stabil atau tidak,” ujar perempuan yang akrab disapa Arum ini, Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, hingga saat ini operasional perjalanan ibadah umroh masih berjalan normal.
Paket umroh dan haji yang telah dijadwalkan tetap berlangsung tanpa perubahan.
“Belum ada dampak sekarang. Kami ada paket umroh dan itu belum ada reschedule sampai sekarang,” katanya.
Arum juga memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman, termasuk yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang telah kembali ke Indonesia.
Untuk memastikan kondisi, Arum menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pembimbing haji atau mutowif.
Mereka juga terus berkomunikasi dengan biro-biro perjalanan haji dan umroh di Mekkah dan Madinah.
"Jadi kontrolnya seperti itu. Sampai hari ini aman,” jelasnya.
Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Kamis 5 Maret 2026, Ada 7 Keberangkatan
Baca juga: Auditor Kejati Sulut Sebut Perhitungan Selisih Keuangan dalam Kasus Korupsi IsDB-RMP Sudah Sesuai
Penyelenggara berharap konflik segera mereda agar pelaksanaan ibadah haji dan umroh ke depan dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.(*)