TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan udara internasional.
Termasuk bagi jamaah umrah asal Sulawesi Barat (Sulbar) yang saat ini tengah berada di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulbar, Ahmad Barambangy, memastikan hingga saat ini kondisi para jamaah asal Sulbar terpantau dalam keadaan aman.
Baca juga: Konflik Iran vs Israel Memanas, Badan Penghubung Pantau Warga Sulbar di Iran, Tunggu Kabar Kemenlu
Baca juga: Safari Ramadan Terakhir di Masjid Al-Arsal Topoyo, Arsal: Ini Bukan Hanya Silaturahmi
Meski demikian, sejumlah penyesuaian jadwal dan kendala teknis transportasi mulai dirasakan beberapa biro perjalanan (travel).
"Kami terus memantau perkembangan jamaah asal Sulbar melalui laporan berkala dari setiap biro perjalanan. Secara umum, kondisi mereka aman dan tetap bisa menjalankan ibadah di Makkah maupun Madinah," ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulbar, terdapat total 119 jamaah dari enam biro perjalanan yang sedang menunaikan ibadah.
Di antaranya Ali Tour 29 orang, PT Asia Iman 28 orang, PT Pakem Tour 19 orang, PT Syafa Mandar Wisata 18 orang, PT Nurfadilah Wisata 14 orang, serta PT Ridha Safari Tour 11 orang.
Jamaah dari biro Ali Tour, Asia Iman Wisata, dan Syafa Mandar Wisata dilaporkan dalam kondisi aman dan sedang melaksanakan rangkaian ibadah.
Sebagian jamaah Ali Tour hari ini dijadwalkan melakukan perjalanan dari Madinah menuju Makkah.
Biro Pakem Tour memiliki dua rombongan yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 12 Maret dan 25 Maret 2026.
Sementara itu, grup dari Nurfadilah Wisata untuk program iktikaf akhir Ramadan saat ini berada di Madinah dan direncanakan kembali ke Tanah Air pada 25 Maret.
Dampak situasi geopolitik mulai terasa pada mobilitas udara.
Sebanyak 11 jamaah dari PT Ridha Safari Tour Pasangkayu saat ini masih tertahan di Bandara Jeddah.
Sedianya, jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia hari ini.
Di tengah situasi yang dinamis, biro Jamaah Abu Ubaidah tetap dijadwalkan memberangkatkan rombongan baru pada 7 Maret 2026.
Ahmad Barambangy menegaskan pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan kepulangan jamaah yang tertahan tidak mengalami kendala lebih lanjut. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi