Menteri Trenggono dan Titiek Soeharto Tinjau Pabrik Es di Kampung Nelayan Bantul
Acos Abdul Qodir March 04, 2026 08:19 PM

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Titiek Soeharto meninjau fasilitas infrastruktur modern di Kampung Nelayan Merah Putih, Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

Pantauan Tribunnews di lokasi sekitar pukul 16.50 WIB, Trenggono tampak mengenakan kemeja putih lengan pendek.

Ia hadir didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Hadir pula Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dalam kunjungan lapangan tersebut.

Setibanya di lokasi, Trenggono langsung bergerak menyapa para nelayan setempat.

Ia menegaskan seluruh infrastruktur yang dibangun pemerintah sepenuhnya adalah milik masyarakat pesisir.

Trenggono meminta warga memiliki rasa tanggung jawab besar untuk menjaga seluruh aset tersebut.

"Saya minta ini bisa dijaga dengan baik karena ini adalah milik Bapak-Bapak Ibu semua para nelayan yang ada di sini," kata Trenggono tegas.

Pengelolaan Mandiri Lewat Koperasi

Kawasan ini nantinya tidak lagi dikelola pemerintah pusat secara langsung. Kampung Nelayan Merah Putih akan dikelola oleh Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Trenggono berharap koperasi mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh anggotanya.

"Jadi fasilitas yang bagus ini mohon betul-betul bisa dijaga dan dikelola sehingga bisa memberi pelayanan yang terbaik buat Bapak semua," ujarnya kepada para warga.

Baca juga: Hakim MK Sentil Pemerintah: Mengapa Token Listrik Tidak Hangus tapi Kuota Internet Hangus?

Fasilitas Mewah dan Bantuan Mesin

Pemerintah membangun sederet fasilitas utama guna meningkatkan produktivitas ekonomi nelayan lokal. Fasilitas tersebut mencakup gudang beku atau portable cold storage serta pabrik es portabel. Terdapat juga bangunan shelter pendaratan ikan, docking kapal, hingga bengkel nelayan.

Kawasan pesisir Poncosari kini dilengkapi kios perbekalan dan pemasaran ikan. Fasilitas penunjang lain seperti kantor pengelola, shelter perbaikan jaring, hingga area kuliner telah tersedia. Infrastruktur lingkungan juga dibenahi lewat pembangunan jalan, drainase, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biotech.

Selain pembangunan fisik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan operasional masif. Bantuan tersebut berupa 20 unit mesin kapal dan 420 unit alat tangkap ikan. KKP juga memberikan satu unit mobil berpendingin serta 50 unit cool box untuk menjaga kesegaran ikan tangkapan.

Kini, para nelayan tidak perlu lagi khawatir soal kualitas ikan yang menurun atau perbaikan kapal yang sulit. Semua fasilitas telah tersedia di depan mata sebagai penopang hidup masyarakat pesisir Bantul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.