BANGKAPOS.COM – Memasuki periode Maret 2026, pasar smartphone kelas menengah masih akan diwarnai dengan keberadaan Samsung Galaxy A17 5G yang dirilis pada tahun 2025 silam.
Ponsel ini menjadi suksesor seri A16 5G yang sukses di pasaran dengan membawa peningkatan signifikan pada aspek kecerdasan buatan (AI) dan efisiensi desain.
Samsung A17 5G dirancang khusus untuk pengguna dengan produktivitas tinggi yang menginginkan dukungan perangkat lunak jangka panjang.
Berdasarkan pantauan di berbagai marketplace terkemuka seperti Shopee dan Tokopedia, harga Samsung A17 5G mulai menunjukkan tren penurunan yang menarik.
Saat rilis awal, ponsel ini dibanderol Rp3.699.000, namun kini Anda bisa mendapatkannya dengan harga lebih kompetitif:
Mengutip ulasan dari KompasTekno, Samsung Galaxy A17 5G tampil dengan estetika yang lebih modern namun memiliki catatan pada material punggungnya.
Varian warna Blue hadir dengan nuansa biru tua yang tenang, menggunakan finishing doff atau matte.
“Finishing ini yang mudah kotor terkena minyak, keringat, atau bekas sidik jari,” tulis ulasan tersebut.
Oleh karena itu, pengguna sangat disarankan menggunakan casing tambahan karena Samsung tidak menyertakan aksesori tersebut dalam kotak penjualan.
Dari sisi visual, layar Super AMOLED ponsel ini sangat mumpuni untuk penggunaan outdoor berkat tingkat kecerahan hingga 800 nit.
Peningkatan paling terasa ada pada dimensi fisik; ponsel ini kini lebih tipis (7,5 mm) dan lebih ringan (192 gram) dibanding pendahulunya.
Desain bingkai flat (datar) juga membuat genggaman terasa lebih mantap dan tidak licin.
Keunggulan utama yang sulit ditemukan di kompetitor kelasnya adalah hadirnya fitur Gemini Live dan Circle to Search.
Meski membawa banyak fitur canggih, Samsung masih mempertahankan desain lawas pada bagian depan.
Dagu atau bezel bawah layar terlihat lebih tebal dibandingkan sisi lainnya.
Selain itu, penggunaan desain poni Infinity-U untuk kamera depan dinilai sedikit mengurangi pengalaman menonton full screen.
Namun, segala kekurangan fisik ini tampaknya tertutupi oleh jaminan pembaruan sistem operasi hingga tahun 2031, sebuah komitmen yang jarang ada di ponsel harga Rp3 jutaan. (Kompas.com/ Bangkapos.com)