BPOM Uji 40 Sampel Takjil di Sungailiat, Hasilnya Negatif Zat Berbahaya
Asmadi Pandapotan Siregar March 04, 2026 08:24 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang melakukan pengawasan keamanan pangan dengan mengambil sampel takjil di sejumlah titik penjualan di Kabupaten Bangka, Rabu (4/3/2026).

Menggunakan kendaraan operasional yang sekaligus difungsikan sebagai laboratorium berjalan, tim berhenti di beberapa lokasi, mulai dari Kelurahan Kenangan, pusat takjil di depan Kolam Renang Loka Tirta Bangka, kawasan Klinik Hamidah, hingga Ramadan Fair Masjid Agung Sungailiat.

Tim dari BPOM tersebut mengambil sejumlah sampel takjil dan makanan berbuka puasa untuk dilakukan pengecekan uji kandungan berbahaya di dalamnya.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan pendampingan oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Total ada sebanyak 40 sampel takjil atau makanan berbuka puasa yang dilakukan pengecekan pada kesempatan tersebut.

Subkoordinator Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Susila Wati menyebut bahwa pengecekan sampel takjil Ramadan ini bertujuan untuk mengetahui resiko cemaran pangan.

“Ada cemaran fisik, kimia dan biologis. Dan yang kita periksa saat ini lebih ke cemaran kimia seperti penggunaan formalin, boraks dan pengawet yang berbahaya lainnya,” ucap Susila Wati.

BPOM CEK TAKJIL - Petugas BPOM Pangkalpinang saat melakukab pengujian dan pengecekan kandungan berbahaya terhadap sampel takjil di Kabupaten Bangka, Rabu (4/3/2026).
BPOM CEK TAKJIL - Petugas BPOM Pangkalpinang saat melakukab pengujian dan pengecekan kandungan berbahaya terhadap sampel takjil di Kabupaten Bangka, Rabu (4/3/2026). ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Selain itu, dilakukan pula pengecekan terhadap resiko kandungan pewarna tekstil yang tidak dilazimkan untuk pangan seperti rhodamin B dan metanil yellow.

Kemudian, adapula parameter biologi untuk mengecek keberadaan bakteri indikator yakni bakteri E.coli.

“Jadi kita melihat di pangan itu ada enggak cemaran tinja. Karena kalau sudah ada bakteri indikator, besar kemungkinan bakteri-bakteri lain pun ada,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya bersyukur lantaran sejauh ini kandungan-kandungan berbahaya tersebut tidak ditemukan di sampel-sampel takjil yang diperiksa.

“Sejauh ini Alhamdulillah negatif. Jadi para UMKM kita mematuhi SOP-SOP yang selama ini kita sampaikan ke mereka,” ujarnya.

Dengan demikian, disimpulkan bahwa dari hasil cek dan pengujian, semua makanan yang diambil sampelnya tersebut dinyatakan aman untuk konsumsi dan terbebas dari zat atau kandungan berbahaya.

Ketua HAKLI Babel, Boy Yandra menyebut bahwa ini merupakan hasil yang baik. Menurutnya, ini membuktikan bahwa sudah banyak masyarakat yang paham tentang bahayanya penggunaan bahan bukan makanan.

Dirinya pun mengapresiasi para pelaku UMKM di Kabupaten Bangka yang sudah sadar akan hal itu.

“Ini juga salah satu upaya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yang intens memberikan sosialisasi kepada pelaku UMKM,” ucap Boy. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.