Persiapan DIY Sambut Mudik Lebaran 2026, Infrastruktur Jalan hingga Operasional Jadi Perhatian
Muhammad Fatoni March 05, 2026 11:04 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu tujuan utama pemudik pada masa arus mudik Lebaran tahun ini.

Sebanyak delapan juta mobilitas pemudik pun diproyeksikan memasuki wilayah DIY pada masa mudik Lebaran 2026.

Pemda DIY bersama sejumlah pemangku kebijakan, terutama di bidang transportasi seperti PT KAI hingga Bandara YIA pun terus mematangkan persiapan menyambut masa mudik Lebaran 2026.

Termasuk menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti perbaikan jalan dan akses menuju tempat wisata yang akan menjadi jujukan pelancong saat libur Lebaran.

Proyek Perbaikan Jalan

Jalur-jalur penyangga wisata di DIY menjadi prioritas penanganan dalam proyek perbaikan jalan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan akses yang kerap dilalui wisatawan agar proses penambalan lubang jalan dapat rampung tepat pada H-3 Lebaran.

Keputusan untuk menetapkan tenggat pada H-3 Lebaran didasari oleh antisipasi terhadap pergerakan pemudik yang diprediksi akan memadati wilayah DIY lebih awal dari jadwal cuti bersama.

Ni Made menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan harus segera diselesaikan sebelum arus kendaraan mencapai puncaknya.

Menurutnya, mobilitas masyarakat menuju Yogyakarta seringkali mulai meningkat signifikan beberapa hari sebelum memasuki masa puncak mudik.

“Paling tidak tuh H-3 lah Kadang-kadang tuh orang sudah mulai curi start,” ujar Ni Made Dwipanti Indrayanti, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Peta Jalur Mudik Rawan Longsor dan Pohon Tumbang di DIY, Polisi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstream

Fokus Jalur Utama

Pemerintah DIY saat ini tengah memetakan dan mengeksekusi perbaikan di sejumlah titik vital.

Fokus pengerjaan difokuskan pada jalur-jalur utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah penyangga di sisi utara.

“Jalan Monjali (Monumen Jogja Kembali) terus ke utara (perbaikan). Kalau yang jalan Kaliurang itu ya, segmen dari yang mana ya Pasar Umbul itu ke utara,” tuturnya merinci lokasi pengerjaan.

Selain memastikan kelancaran arus mudik, Pemerintah DIY memberikan atensi khusus pada sektor pariwisata yang diprediksi akan melonjak selama libur Lebaran.

Ni Made secara eksplisit meminta jajarannya untuk menyisir kembali jalur-jalur menuju destinasi wisata yang masih mengalami kerusakan.

Ia menekankan pentingnya respons cepat dalam pengusulan perbaikan jalan pada akses-akses yang menjadi tumpuan kendaraan wisatawan.

“Kalau memang berkaitan dengan akses yang cukup sering dilalui oleh wisatawan, mohon untuk segera diprioritaskan,” tegas Made.

Peninjauan Menko Polkam

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur pendukung mudik Lebaran 2026 di DIY.

Mulai dari operasional penerbangan 24 jam di Bandara YIA Kulon Progo hingga pengamanan pintu perlintasan kereta api resmi oleh PT KAI.

Dalam kunjungan kerja pada Rabu (4/3/2026) tersebut, Djamari menegaskan bahwa seluruh aparatur negara dan petugas di sektor transportasi memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam melayani masyarakat selama masa mudik.

"Kita ini sudah ditakdirkan untuk melayani masyarakat, sehingga tidak ada lagi tugas lain selain melayani masyarakat terlebih pada saat sekarang ini. Untuk para petugas, pesan saya sekali lagi jangan bosan, jangan lelah, dan jangan jenuh untuk melayani masyarakat kita," ujar Djamari Chaniago.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (4/3/2026). (Tribun Jogja/Dok: Kemenko Polkam)

Di Bandara YIA Kulon Progo, Menko Polkam memberikan perhatian khusus pada manajemen krisis, terutama terkait potensi keterlambatan penerbangan (delay).

Ia meminta agar koordinasi antara pengelola bandara dan maskapai diperketat untuk memastikan hak informasi penumpang terpenuhi.

"Hal yang kritis adalah apabila ada satu penerbangan yang delay, maka informasinya harus cepat. Kapan pesawat akan diberangkatkan atau apakah ada penggantinya, itu masyarakat harus tahu. Hubungan kita dengan maskapai penerbangan juga harus terjalin setiap saat, setiap hari, dan mungkin setiap jam," tegasnya.

Djamari juga mengingatkan bahwa operasional penerbangan 24 jam yang diminta oleh sejumlah maskapai harus terus dimonitor oleh petugas lapangan guna menjaga standar keamanan dan kenyamanan.

General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiapkan posko terpadu yang akan beroperasi penuh mulai 11 Maret dengan kekuatan 669 personel.

Pihak bandara memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 13 Maret 2026.

"Bandara juga memfasilitasi permintaan airline yang ingin beroperasi 24 jam. Dan untuk antisipasi delay, kami dari pihak bandara turut serta memberikan pemahaman pada masyarakat karena ini juga masih menjadi salah satu hal yang cukup polemik," jelas Ruly.

Mitigasi Risiko di Jalur Kereta Api

Berlanjut ke Stasiun Tugu Yogyakarta, Menko Polkam menekankan pentingnya pembagian jadwal kerja bagi petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna meminimalisasi risiko kecelakaan akibat faktor kelelahan manusia (human error).

"Jika itu terjadi maka akan menimbulkan (kondisi lelah) kecelakaan dan itu bisa bergulir menjadi besar, seolah-olah pekerjaan kita yang begitu bagus menjadi tidak berguna hanya karena satu kecelakaan kecil," kata Djamari.

Direktur Operasi PT KAI, Awan H Purwadinata, menyatakan bahwa strategi utama KAI adalah melakukan pemantauan di daerah-daerah khusus serta memperketat pengamanan di perlintasan sebidang.

"Strategi yang dilakukan dalam rangka antisipasi libur Lebaran yaitu melakukan pemantauan daerah khusus. Kemudian terkait pintu pelintasan, ini yang masih menjadi masalah sehingga kami mengantisipasi agar pintu pelintasan yang resmi akan ada penjaganya," ujar Awan.

MUDIK LEBARAN - Calon penumpang kereta api memadati peron Stasiun Yogyakarta saat menunggu kedatangan rangkaian kereta, Selasa (3/2/2026). Puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 6 Yogyakarta diprediksi terjadi pada H-3, sehingga calon penumpang diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memanfaatkan fitur kereta persambungan jika tiket utama telah habis.
MUDIK LEBARAN - Calon penumpang kereta api memadati peron Stasiun Yogyakarta saat menunggu kedatangan rangkaian kereta, Selasa (3/2/2026). Puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 6 Yogyakarta diprediksi terjadi pada H-3, sehingga calon penumpang diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memanfaatkan fitur kereta persambungan jika tiket utama telah habis. (Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho)

Ia juga menambahkan bahwa PT KAI telah bekerja sama dengan BMKG untuk memitigasi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem.

Awan menegaskan kesiapan jajarannya namun tetap mengharapkan dukungan penuh dari Kemenko Polkam dalam pengawasan pelayanan.

8 Juta Mobilitas 

Terkait proyeksi lonjakan pemudik, Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyatakan bahwa Pemda DIY telah melakukan serangkaian persiapan matang untuk menyambut jutaan orang yang akan masuk ke wilayah Yogyakarta.

"Perlu kami sampaikan bahwa beberapa saat yang lalu Pemda DIY melakukan serangkaian persiapan terkait dengan Lebaran. Di dalam catatan kami kemungkinan ada potensi lalu lintas pemudik yang akan masuk ke Jogja akan mencapai 8 juta traffic/orang," ungkap Aria.

Menko Polkam Djamari Chaniago meminta agar koordinasi antara PT KAI dengan jajaran Forkopimda, termasuk Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri, terus dijalankan secara intensif.

Hal itu dilakukan untuk menjamin kelancaran tugas pelayanan publik ini sebagai bentuk dedikasi bagi kepentingan rakyat.

(tribunjogja.com/ han)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.