TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, murka terhadap permainan Arsenal yang dianggap kemenangan aneh.
Pelatih muda berusia 33 tahun itu mengecam Arsenal dan menyebut mereka menghalalkan segala cara untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen Liga Inggris.
Brighton kalah dari Arsenal pada pekan ke-29 Premier League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.
Menjelang akhir musim 2025-2026, persaingan memperebutkan titel juara Liga Inggris kian memanas.
Baca juga: Pendiri Animasi Nussa Rara Diduga Selingkuh dengan 5 Wanita, Aditya Triantoro Mendadak Minta Cerai
Namun, hal ini bukan karena adu taktik yang indah, melainkan perdebatan soal etika di lapangan.
Sang pemuncak klasemen sementara, Arsenal, dianggap telah mengabaikan etika tersebut demi meraih kemenangan.
Yang paling disorot adalah saat mereka mengambil tendangan sepak pojok.
Tak bisa dimungkiri bahwa skema corner kick merupakan kartu as Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
Di bawah komando pelatih khusus bola mati, Nicolas Jover, The Gunners berhasil mencetak 16 gol dari skema tersebut pada musim ini.
Baca juga: FAKTA Korupsi Bupati Pekalongan, Dalih Cuma Pedangdut Ngaku Tak Tahu Aturan, Fadia Terima Rp 5,5 M
Namun, cara Arsenal dalam mengeksekusi sepak pojok telah membuat banyak pihak geram.
Saat menyambut tendangan penjuru, mereka biasanya akan menumpuk banyak pemain di sekitar kiper lawan untuk membatasi ruang geraknya.
Tak jarang, para pemain Arsenal akan melakukan kontak fisik dengan musuh sebelum bola ditendang.
Tujuannya untuk menganggu konsentrasi penjaga gawang lawan.
Selain itu, Arsenal juga beberapa kali sering mengulur waktu saat sudah unggul.
Yang terbaru terjadi saat Meriam London mengalahkan Brighton & Hove Albion 1-0 pada matchweek ke-29 Liga Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.
Baca juga: Klasemen Terkini Liga Inggris, Arsenal Menang, Manchester City Imbang, Aston Villa 1-4 Chelsea
Mereka kerap membuang-buang bola setelah Bukayo Saka membuka keunggulan pada menit ke-9.
Hal itu memicu kemarahan Fabian Hurzeler usai pertandingan.
Secara blak-blakan, pelatih muda berusia 33 tahun itu mengecam Arsenal dan menyebut mereka menghalalkan segala cara untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Dengan satu pertandingan lebih banyak, Arsenal saat ini unggul 7 poin dari rival utama mereka, Manchester City.
"Ini jenis kemenangan yang aneh," kata Hurzeler, dikutip BolaSport.com dari The Guardian.
"Jika mereka memenangkan Liga Inggris, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya."
"Anda benar-benar dapat merasakan bahwa mereka melakukan segala cara untuk menang dan, pada akhirnya, ini tentang aturan."
"Jadi jika wasit mengizinkan semuanya, maka itu sulit. "
"Kemudian, mereka membuat aturan mereka sendiri."
"Saat ini, saya merasa mereka mengikuti aturan mereka sendiri, tidak peduli bagaimana mereka bermain.”
"Saya tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu."
"Tentu saja, setiap tim akan mengatur strategi dan mengulur waktu, tetapi harus ada batasnya dan batas itu harus ditetapkan oleh otoritas liga."
"Batas itu harus ditetapkan," tuturnya menambahkan.
Klasemen Liga Inggris




















(Tribun-Medan.com)