Iis Dahlia Mengaku Deg-Degan saat Suami Terbang ke Doha Di Tengah situasi Perang Timur Tengah
Gemma Ramadhina Zaneta March 05, 2026 03:34 PM

Grid.ID - Pedangdut senior Iis Dahlia mengaku merasa deg-degan ketika suaminya, Satrio Dewandono, menjalankan tugas penerbangan ke Doha. Perjalanan itu terasa menegangkan karena kawasan Timur Tengah saat ini diketahui sedang berkonflik dan dilanda perang.

Situasi tersebut membuat Iis Dahlia diliputi rasa khawatir. Ia tidak bisa menutupi kecemasannya setiap kali sang suami harus terbang melintasi wilayah yang rawan.

Menurutnya, kondisi penerbangan ke wilayah tersebut memang sedang tidak menentu. Banyak jadwal yang terpaksa dibatalkan karena situasi keamanan.

“Iya banyak yang ke-cancel dan banyak yang enggak bisa pulang karena enggak ada penerbangan. Karena kan mau enggak mau kan dia emang lewati itu,“ ujarnya dikutip dari Youtube STARPROIndonesia pada Kamis (5/3/2026).

Ia mengaku momen paling membuatnya tegang adalah saat mengetahui suaminya tiba-tiba mendapat jadwal terbang ke Doha. Kabar itu datang di tengah situasi Timur Tengah yang sedang memanas.

“Yang paling deg-degan gue tadi karena tiba-tiba laki gue pergi terbang, ke mana? Ke Doha, orang bomnya lagi di situ gitu kan ya,” katanya.

Meski begitu, Iis mengaku tidak sampai panik berlebih menghadapi situasi tersebut. Ia berusaha tetap tenang sambil terus memantau kabar dari sang suami.

“Enggak apa-apa karena ada ponakan juga yang emang terbang di sana dan tinggal di Doha. Tapi tadi tuh sampai subuh tadi suami aku telpon-telpon orang di Doha kan," tuturnya.

Dari komunikasi yang dilakukan sang suami, Iis mendapat gambaran kondisi di sana. Ia mendengar kabar langsung dari orang-orang yang berada di Doha.

“Dia (suami Iis) bilang keriuhan orang beli makanan, simpan-simpan makanan juga enggak. Cuman ada larangan tidak boleh keluar rumah," ucapnya.

Ibu dua anak ini pun sempat mengungkapkan kegelisahannya kepada sang suami. Ia mempertanyakan keputusan untuk tetap datang ke wilayah tersebut di tengah larangan yang ada.

“Gue bilang ‘orang enggak boleh keluar rumah terus lu mau datang ke situ' kata gue. Kan gue deg-degan ya. Tapi Alhamdulillah pesawatnya emang di-cancel, emang enggak boleh,” ungkapnya.

Keputusan pembatalan penerbangan itu akhirnya membuat Iis merasa lega. Ia bersyukur suaminya tidak jadi berangkat ke wilayah yang sedang memanas tersebut.

Di tengah situasi konflik yang terjadi, Iis juga menyampaikan doa dan harapannya. Ia mengaku sering tergerak hatinya setiap melihat berita tentang perang, khususnya yang terjadi di Palestina.

“Kalau aku sih ya selalu doanya setiap ngeliat Palestina, ngeliat perang, aku tuh selalu doa ‘Ya Allah, lembutkan hati pemimpin-pemimpin dunia supaya tidak ada peperangan'," doanya.

“Karena sebenarnya ya terlepas dari egoisnya seseorang, egoisnya suatu negara, yang rugi itu mereka juga ya melihat betapa kerugian itu ya,“ lanjutnya.

Ia pun menyinggung kondisi Palestina sebagai contoh nyata dampak perang terhadap warga sipil. “Kayak Palestina kan, ya Allah yang jadi korban mah masyarakat. Masa sih enggak ada sedikit rasa iba," ucapnya.

“Jadi aku tuh pengen mereka-mereka tuh dilembutkan hatinya supaya tidak lagi ada amarah. Marah tuh cuman bikin rugi kok, buat apa gitu loh," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.