Tinjau Kampung Nelayan Kebumen, Menteri Trenggono Sebut Bisa Pasok Ikan untuk MBG
Acos Abdul Qodir March 05, 2026 05:20 PM

TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Pembangunan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan protein ikan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam tinjauannya, Trenggono menyebut hasil pembangunan secara umum sudah cukup baik, meski ia memberikan instruksi tegas terkait beberapa detail fisik bangunan.

"Jadi saya merasa cukup baik, hasilnya cukup baik. Memang ada beberapa perbaikan tadi sudah saya minta ke kontraktor untuk dilakukan perbaikan di sana-sini ya, tetapi secara umum menurut saya oke," kata Trenggono.

Menjaga Kualitas dengan Es Cair (Slurry Ice)

Trenggono memastikan fasilitas yang dibangun, seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang bersih hingga fasilitas slurry ice (es cair), dapat meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan secara signifikan.

Nantinya, pengelolaan kawasan ini akan diserahkan sepenuhnya kepada Koperasi Desa Merah Putih.

"Pengembangannya dan lain sebagainya mestinya koperasi bisa lebih pas dengan masyarakat nelayan di sini," ujar Trenggono.

Baca juga: Pesan MUI ke Presiden Prabowo soal Board of Peace: Keluar Saja Jika Tak Ada Celah Perdamaian

Bidik Sembilan SPPG di Tingkat Kecamatan

Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Karang Duwur, Miftahuddin, menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas yang memadai membuat akses pasar nelayan TPI Menganti menjadi lebih terbuka, termasuk untuk mendukung program MBG.

"Kita juga sudah bekerja sama dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ataupun MBG yang ada di sekitar kita di kecamatan kita, karena di kecamatan kita ada sembilan SPPG," ucap Miftahuddin.

Ia memaparkan bahwa komoditas utama di wilayah tersebut adalah ikan layur dan kakap putih. Saat musim panen raya, produktivitas nelayan sangat tinggi.

Satu nelayan bahkan bisa mendapatkan 30 hingga 40 kilogram ikan layur per hari.

Miftahuddin optimistis, kolaborasi antara koperasi, pelaku UMKM, dan program MBG akan membuat pendapatan nelayan lebih stabil.

"Mudah-mudahan dapat menambah daya gebrak, daya saing kami untuk para nelayan di TPI Menganti tentunya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.