Synetica Kenalkan Metodologi 2B2G, Dorong Transformasi dan Inovasi Bisnis
Sponsored Content March 05, 2026 03:37 PM

TRIBUNNEWS.COM - Dari kota yang dikenal melahirkan banyak talenta kreatif, lahirlah Synetica, sebuah tech-based business consultancy yang memadukan kejelasan bisnis, kecepatan desain, dan presisi teknologi dengan standar global.

Didirikan oleh Ganis Atmawarin pada tahun 2025, Synetica merupakan evolusi alami dari SoftwareSeni Indonesia, perusahaan pengembang digital yang sejak 2013 telah membangun ratusan produk global.

Melalui pengalaman panjang itu, Synetica lahir dari keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan model peluncuran produk yang lebih cepat, terstruktur, dan berorientasi pada validasi bisnis.

“Banyak bisnis punya ide besar, tapi tersesat di proses pembangunan. Kami ingin menjembatani jurang antara ide dan eksekusi, memastikan setiap produk yang dibangun punya arah yang jelas dan benar-benar dibutuhkan pasar,” ujar Ganis Atmawarin, Managing Director Synetica.

Synetica mengusung filosofi “From Idea to Traction in 8 Weeks”, sebuah pendekatan delapan minggu yang membantu organisasi bergerak cepat dari konsep hingga produk tervalidasi menggunakan metodologi 2B2G™ — Blueprint Build & BenchmarkGo-to-MarketGrowth.

“Setiap proyek dijalankan dengan kolaborasi antara human expert insight dan AI acceleration. Perpaduan empati manusia dan ketepatan data inilah yang mempercepat keputusan dan validasi di lapangan,” jelas Rijaludin Muhsin, Engineering Manager Synetica.

Model ini mencakup tahapan menyeluruh, mulai dari perumusan visi dan strategi (Blueprint), pengembangan cepat berbasis AI (Build & Benchmark), pengujian pasar (Go-to-Market), hingga penguatan pertumbuhan (Growth).

Selain melayani startup dan perusahaan, Synetica juga menyiapkan lini khusus bagi UMKM melalui model incubation studio untuk membantu produk lokal naik kelas dengan efisiensi bertaraf global.

“Yang kami bawa bukan hanya solusi teknologi, tapi cara berpikir yang terstruktur agar ide bisa tumbuh menjadi nilai bisnis,” tambah Gideon Widyatmoko, Operations Manager Synetica.

“Synetica ada karena kami percaya produk Indonesia bisa bersaing di pasar dunia — asal prosesnya cepat, fokus, dan berbasis validasi,” tutup Aditya Suryaputra, Business Development Manager Synetica.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.