Viral Selebgram Ruce Nuenda Keluyuran saat Sakit Campak, Kenali Cara Penularannya
GH News March 05, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Selebgram Ruce Nuenda tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah membagikan Instagram Story saat dirinya tetap berolahraga di luar rumah meski sedang mengalami campak. Dalam unggahan tersebut, ia juga memperlihatkan ruam kemerahan yang muncul di kulitnya, mulai dari tangan hingga kaki.

Unggahan itu kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian menilai tindakan tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain, terutama kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

Setelah ramai diperbincangkan, Ruce Nuenda pun menyampaikan permohonan maaf terkait tindakannya yang tetap beraktivitas di luar rumah saat sedang sakit.

Ia menjelaskan sebelumnya sudah memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan bahkan sempat mengajukan permintaan untuk dirawat. Namun, dokter menyatakan kondisinya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Ruce juga mengakui baru menyadari bahwa dirinya seharusnya tidak keluar rumah, termasuk untuk berolahraga, setelah menerima banyak teguran dari warganet.

"Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat," sebut Ruce melalui pernyataan yang dibagikan di Instagram Story, dilihat detikcom Rabu (4/3/2026).

Seperti Apa Penularan Campak?

Di luar kasus tersebut, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, dr Mulya Rahma Karyanti, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular.

Virus campak dapat menyebar melalui udara atau airborne, misalnya melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. Karena itu, penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat di lingkungan sekitar. Bahkan, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan penyakit tersebut kepada 18 orang lainnya di sekitarnya.

"Jadi, penyakit campak itu sangat menular dan sangat infeksius. Jadi, menular lewat udara atau kita sebut airborne," ucapnya dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).

dr Mulya menjelaskan gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam yang disertai batuk, pilek, hidung meler, serta mata berair. Pada beberapa kasus, gejala juga bisa disertai diare.

Setelah sekitar tiga hingga empat hari, biasanya akan muncul ruam kemerahan berbentuk bercak yang awalnya terlihat di bagian tengah tubuh, lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi melalui percikan ludah atau kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti peralatan makan dan minum yang digunakan bersama dengan pengidap.

"Kalau sudah bersamaan sebelum timbul ruam, itu bisa menularkan ke anggota atau ke anggota keluarga sekitarnya, atau orang-orang sekitarnya," ucapnya lagi.

"Jadi, memutuskan transmisi penularan infeksi itu sebaiknya segera diisolasi dan agar memutuskan penularan infeksi ke anak-anak sehat sekitarnya. Ini sangat menular sampai 18 kasus sekitarnya yang bisa tertular," lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.