Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Insana TTU, Daging Tidak Matang, Sayur Basi
Gordy Donovan March 05, 2026 04:47 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu menyebut, berdasarkan laporan yang disampaikan Dinas Kesehatan, daging ayam yang disajikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Susulaku di bawah naungan Yayasan Nekmese Mafiti Matulun pada Selasa, 3 Maret 2026 tidak matang. 

Daging ayam yang disajikan terlihat kemerahan dan belum menunjukkan tanda-tanda matang sempurna. Selain itu, sayur-sayuran yang disajikan sudah basi.

"Laporan dari Dinas Kesehatan itu, daging (ayam) itu masaknya tidak sampai matang. Kemudian ada sayur yang sudah basi," ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengambil sampel makanan pada tanggal 3 Maret 2026 dan dikirim ke Kupang demi kepentingan pemeriksaan di laboratorium.

Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Warga Satarmese, Termasuk Ibu Hamil dan Balita Diduga Keracunan MBG

Teguran ke Korwil

Dikatakan Kamillus, dalam beberapa kali rapat Satgas MBG Kabupaten TTU, ia sudah menyampaikan teguran kepada Korwil SPPI Kabupaten TTU, SPPI dan pemilik Dapur SPPG agar berhati-hati dalam menyajikan makanan kepada sasaran. Pasalnya, mereka dibiayai oleh negara untuk melaksanakan program itu.

Ia juga sudah menegaskan kepada SPPI dan pengelola SPPG agar menggunakan daging segar untuk menyajikan makanan bukan daging beku. Pasalnya, proses produksi daging beku belum diketahui secara pasti dari aspek higienis dan jangka waktu proses pembekuan.

Semestinya ahli gizi yang telah dibiayai oleh negara untuk memastikan kelayakan makanan melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara maksimal. 

Program MBG ini sangat baik. Kendati demikian, pengelola Dapur SPPG ini semestinya melakukan pengawasan ketat terhadap setiap produk makanan.

Di Kabupaten TTU, kata Kamillus, penyajian MBG sudah mengalami beberapa kali kasus seperti makanan berulat, anak-anak keracunan makanan dan lain-lain. Belajar dari kasus ini, semestinya SPPI dan pemilik Dapur SPPG harus mewanti-wanti proses penyajian makanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Rabu, 4 Maret 2026, 7 orang orang siswa SMA Negeri 1 Insana ini merupakan siswa di kelas berbeda di sekolah itu. Sebenarnya, cukup banyak siswa dan guru yang mengalami gejala perut mual, dan diare. Namun, sebanyak 7 orang yang dilarikan ke Puskesmas Oelolok 

Mereka dilarikan ke fasilitas kesehatan Puskesmas Oelolok. Satgas MBG Kabupaten TTU dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengambil sampel makanan yang disajikan untuk diperiksa di Laboratorium Provinsi NTT di Kupang.

Dari tujuh siswa tersebut, sebanyak empat siswa sudah diperbolehkan pulang usai menerima perawatan medis di Puskesmas Oelolok. Sementara tiga orang siswa lainnya menjalani rawat inap di Puskesmas Oelolok.

Menu makanan yang disajikan pada tanggal 3 Maret 2026 tersebut yakni Nasi Putih, Ayam Woku, Tempe Saos Tiram, Tumis labu dan Lengkeng sesuai dengan rekomendasi ahli gizi.

Sebanyak 6 orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Insana tersebut dikabarkan mengalami diare, mual, sakit perut dan masih dalam kondisi lemah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pauyulia Alfira saat dikonfirmasi enggan berkomentar dan mengarahkan untuk mengkonfirmasi Ketua Satgas MBG TTU. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.