SURYA.co.id - Kasus penembakan remaja di Makassar yang melibatkan oknum polisi berinisal Iptu N jadi sorotan.
Pada Rabu (4/3/2026), pihak kepolisian resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan Iptu N sebagai tersangka.
Di balik tragedi yang merenggut nyawa remaja tersebut, terselip fakta mengejutkan mengenai rekam jejak sang polisi Iptu N, atau Iptu Nasrullah.
Iptu Nasrullah ternyata sosok yang sempat viral dan menuai pujian atas keberhasilannya menyelamatkan bocah bernama Bilqis dari sindikat penculikan lintas pulau.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menegaskan komitmen institusinya dalam mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
“Dalam tahap penyidikan tindak pidana umum, perkara ini sudah kami naikkan ke tahap penyidikan dan yang bersangkutan, Iptu N, telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kombes Arya Perdana.
Insiden maut ini terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang, saat petugas berupaya membubarkan kerumunan remaja yang bermain perang-perangan menggunakan senjata mainan peluru jeli.
Menurut keterangan polisi, korban sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
“Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang (korban),” beber Arya menjelaskan kronologi kejadian.
Nama Iptu Nasrullah sebelumnya harum di mata publik Makassar.
Ia adalah bagian dari tim inti yang berhasil menemukan Bilqis Ramdhani (4), bocah yang diculik dari Taman Pakui Sayang pada November 2025 lalu.
Berkat dedikasinya sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Bilqis berhasil ditemukan selamat di Provinsi Jambi setelah sepekan menghilang.
Atas prestasi ini, Iptu Nasrullah bersama AKP Hamka, Ipda Supriadi Gaffar, Bripka Megawan Parante, dan Briptu Muh Arif menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar.
Kasus Bilqis sempat menggemparkan karena adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bilqis diduga dijual seharga Rp3 juta oleh pelaku.
Iptu Nasrullah dan tim melakukan pengejaran hingga ke wilayah terpencil di Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.
Momen penyelamatan berlangsung dramatis karena korban mengalami trauma berat.
Polisi bahkan harus menelepon orang tua Bilqis agar suaranya bisa menenangkan sang bocah saat hendak dievakuasi dari lokasi yang gelap dan terisolasi.
Selain dikenal tegas di lapangan, Iptu Nasrullah memiliki latar belakang akademis yang sangat impresif. Ia merupakan seorang Doktor Ilmu Hukum lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pada Juli 2025, ia mempertahankan disertasi berjudul “Urgensitas Digital Forensik pada Tahap Penyidikan Tindak Pidana Elektronik”.
“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab saya sebagai penyidik dalam menjawab tantangan kejahatan siber yang terus berkembang. Ilmu ini saya dedikasikan untuk institusi dan masyarakat,” ujar Dr. Nasrullah kala itu.
Biodata Singkat Iptu Nasrullah
Nama lengkap: Dr. Nasrullah (Iptu).
Tempat dan tanggal lahir: Jeneponto, 21 Juni 1987.
Pendidikan terakhir: S3 Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin (2025).
Keahlian khusus: Digital forensik serta menguasai Bahasa Arab dan Inggris.
Status lain: Penghafal Al-Qur'an.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Pendidikan: Alumni MA Pesantren Tarbiyah Takalar, Akper Mappaodang, hingga meraih gelar S3 di Universitas Hasanuddin.
Karier: Pernah bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel, Biddokkes, hingga menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB di Sudan (UNAMID).
Penghargaan: Satyalencana Bhakti Buana pada tahun 2013.
Proses hukum terhadap Iptu N kini terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban remaja yang tewas dalam insiden tersebut.